Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia

Harus Mampu Pimpin Birokrasi dan Gandeng Wakil Rakyat

1209ratu7
Andrian/ratu
TRENGGALEK - Lima pejabat dan mantan pejabat yang senter disebut-sebut sebagai bakal calon bupati (Bacabup) Trenggalek direaksi DPC PPP. Partai berlambang ka’bah ini menganggap ke lima Bacabup tersebut mempunyai kans besar untuk memimpin Trenggalek.
Namun, partai bernomor 24 ini, lebih menginginkan Cabup Trenggalek nanti, bisa menjalankan roda pemerintahan yang lebih baik. “Harus bisa memimpin birokrasi, karena dengan begitu  roda pemerintahan Trenggalek bisa berjalan efektif dan maksimal,” ungkap Pengurus DPC PPP KH Abdul Fattah Mu’in melalui Haris Yadiman wakil Ketua DPC PPP saat ditemui kemarin.
Menurut Haris, kriteria lain yang harus dimiliki cabup, pendidikan yang mumpuni. Karena dengan berpendidikan tinggi, tentu cabup tersebut bisa mengatur dan mengambil keputusan secara tepat dan cepat. Selain itu, cabup tersebut juga harus layak jual ke ma­sya­ra­kat. “Jika memang ada cabup se­per­ti itu, dipastikan PPP bakal men­du­kung untuk duduk di kursi bupati,” ka­ta­nya.
Ketika ditanya bagaimana dengan li­ma bacabup yang senter disebut ma­sya­ra­kat? Haris menyatakan, saat ini PPP be­lum bisa menentukan bakal men­du­kung siapa dari ke lima bacabup ter­se­but. Pasalnya, sampai sekarang jajaran peng­urus belum melakukan survey ke ma­syarakat, siapa saja yang layak untuk di­dukung PPP. “Kami belum me­nen­tu­kan siapa yang layak dipilih nanti, tung­gu saja,” ujarnya.
Haris melanjutkan, bupati ke depan ju­ga harus mampu mengandeng legislati­f. Karena itu, dalam memilih wakil bupati idealnya berasal dari kalangan politisi. “Ke­tika terjadi gabungan birokrasi de­ngan politisi, kemungkinan pe­me­rin­tah­an di Trenggalek bisa berjalan sesuai ha­rap­an masyarakat,” katanya.
Apakah PPP bakal bergabung dengan par­tai lain untuk mendukung cabup men­datang? Haris menyatakan, pi­hak­nya sangat realistis. Karena PPP hanya me­mi­liki satu kursi di dewan, ini berarti par­tai­nya tidak bisa memberangkatkan sen­diri, harus berkoalisi. Untuk saat ini, PPP sudah melakukan pendekatan de­ngan beberapa partai yang memiliki ko­mit­men sama dengan PPP.
Kendati demikian, Haris melanjutkan, koalisi yang dibangun tidak hanya dari partai religious, tapi partai nasionalispun juga dirangkul. “Kami tidak memandang apakah partai itu berasas Islam atau nasional, yang penting ketika memiliki visi yang sama, ka­mi akan maju bersama-sama untuk memenangkan calon,” katanya.
Haris menambahkan, DPC PPP berharap ke depan Trenggalek ini dipimpin seorang bupati dan wakil bupati yang mampu meng­gan­deng­kan antara eksekutif dan legislative. Sehingga, setiap ke­bi­ja­kan bupati atau keinginan dewan yang mewakili rakyat bisa ter­pe­nuhi bersama-sama. Seperti diwartawan, ada lima pejabat dan mantan pejabat Trenggalek senter disebut-sebut sebagai cabup. ke lima pejabat ini mulai gerilya ke masyarakat. (and)
>