Dievaluasi, Putut Legowo
Sementara itu, Putut Wijanarko masih tenang-tenang saja menanggapi rencana manajemen melakukan evaluasi tim. Pelatih PSBI Blitar itu tidak mau terpengaruh dan tetap fokus mempersiapkan tim besutannya menghadapi dua laga kandang melawan Persipro Probolinggo dan Persigo Gorontalo. “Saya ingin tim tetap kondusif dan tidak terpengaruh hal-hal di luar lapangan,” ujar Putut.
Mantan pemain timnas ini mengaku sudah mendengar rencana manajemen melakukan evaluasi terhadap dirinya. Bahkan, dia juga sudah tahu gerakan yang menginginkan dirinya lengser dari kursi pelatih. Menurut dia, hal itu sudah lama dirasakan, sejak tim PSBI pulang dari Papua. Puncaknya setelah PSBI gagal pada away di kandang PSS Sleman dan PSIM Jogjakarta. Namun, Putut memilih tidak menanggapi hal itu. “Kalau ditanggapi, malah saya nanti tidak bisa fokus menangani tim,” ungkap mantan pelatih Persipro Probolinggo ini.
Sebagai pelatih, Putut siap bertanggung jawab atas apa yang telah dialami tim besutannya. Dia akan menerima dengan lapang dada jika menurunnya prestasi PSBI dibebankan sepenuhnya kepadanya. Bahkan, Putut siap menanggung sanksi apapun dari manajemen atas kegagalan PSBI mencuri poin di Sleman dan Jogjakarta. “Kalau kekalahan kemarin dianggap karena faktor pelatih, saya legowo. Ini sudah menjadi konsekuensi bagi saya sebagai seorang pelatih. Demi PSBI, ndak apa apa,” kata mantan punggawa Persebaya Surabaya ini.
Putut mengaku, selama ini sudah bekerja maksimal menangani tim PSBI. Dan kalau sekarang masih berada di papan bawah, itu karena PSBI banyak bermain di luar kandang ketimbang di kandang sendiri. Dede Hugo dan kawan-kawan baru melakoni dua kali pertandingan di kandang dan empat laga di luar kandang. “PSBI kan baru sekali kehilangan poin di kandang, saya kira masih wajar. Tim sekelas Persebaya saja bisa kalah tiga kali di kandang sendiri,” paparnya.
Ya, putaran pertama kompetisi Divisi Utama 2009/2010 memang berat bagi PSBI. Pada putaran pertama, Singo Lodro hanya melakoni empat laga kandang, dan enam pertandingan keluar kandang. Berbeda dengan putaran kedua nanti, PSBI memiliki enam laga kandang dan empat kali keluar kandang. Dengan demikian, tim besutan Putut Wijanarko memang harus menghadapi ujian berat di putaran pertama ini. Sedangkan beban pada putaran kedua bakal lebih ringan. (yog)



