Pencak Silat Menggeliat
Pagar Nusa misalnya, setiap hari minggu selalu kedatangan anggota baru yang mendaftar. Anggota baru yang jumlahnya sudah mencapai 350 orang itu rencananya akan diambil sumpah (biat). Kegiatan itu akan berlangsung di kawasan wisata Hutan Maliran, Ponggok pada hari Minggu depan. “Biat itu merupakan pengesahaan bagi anggota baru Pagar Nusa. Sedangkan syarat dibiat, mereka yang telah ikut latihan 4 bulan,’’ ujar Ketua Cabang Pagar Nusa Kabupaten Blitar Dorit Iswandi, kemarin.
Hal yang sama juga terjadi juga terjadi di perguruan Persaudaraan Setia Hari Teratai (PSHT) Kabupaten Blitar. Beladiri yang berpusat di Madiun itu mengadakan pengesahan anggota baru setiap enam bulan sekali. Seperti yang dilakukan pada akhir Desember 2009 lalu, mereka mengesahan 400 anggota baru. “ Dari 400 anggota baru yang disahkan, 90 persen adalah pelajar. Mulai SD, SMP/MTs dan SMA/Aliyah,’’ ujar Nurhudiana, pengurus PSHT Kabupaten Blitar.
Kondisi tidak berbeda juga dialami Pendidikan Olah Raga Silat Garuda Loncat (Porsigal) Kabupaten Blitar. Mereka juga kebanjiran anggota baru. Beladiri asli kelahiran Blitar itu baru saja mendapat 370 anggota baru. “Mereka berasal dari beberapa sekolah di Kabupaten Blitar. Pengesahaan anggota baru kemarin digelar di MTs Ma’arif Udanawu,” ungkap Ahmad Shobiri, sesepuh Porsigal.
Banyaknya atlet pencak silat baru tersebut tentu menjadi kabar baik bagi Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Blitar. Organisasi yang menaungi para pendekar tersebut dipastikan tidak akan kehabisan stok pesilat. Tinggal bagaimana IPSI bisa memanfaatkan potensi tersebut. “Kalau potensi pesilat di Kabupaten Blitar dari dulu sampai sekarang tidak pernah putus. Disini gudangnya pesilat. Tapi, minimnya kejuaraan membuat prestasi pesilat di Blitar menurun,’’ ungkap Nursihab, Wakil ketua IPSI Kabupaten Blitar.(ika/yog)



