Koalisi Besar Masih Rapuh?
Menurut Ketua DPC PKB Trenggalek Kholiq, sampai saat ini belum ada kesepakatan atau deklarasi terkait koalisi besar. “Kami masih melihat dinamika perkembangan politik yang ada,” ungkapnya.
Ketika ditanya dinamika yang dimaksud? Kholiq menyatakan, jika memang dinamika politik mengharuskan berkoalisi dengan PDIP, tentu PKB melakukan hal itu. Begitu juga sebaliknya, apabila dinamika tidak memungkinkan bergabung, maka PKB tidak akan memaksakan diri. “Pokoknya sampai sekarang kami masih menunggu perkembangan yang ada, sewaktu-waktu peta politik bisa berubah diluar dugaan,” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Agung Supriyono, wakil Ketua Bidang Infokom DPC PDIP Trenggalek. Menurut Agung, sebenarnya wacana koalisi tersebut sebatas antara ketua DPC PDIP dan PKB. Karena keduanya mempunyai kedekatan emosional, yakni sama-sama satu desa. “Jadi ini masih sebatas wacana yang bisa saja berubah-ubah sesuai kondisi politik yang ada,” katanya.
Sementara itu Ketua DPC PDIP Trenggalek Akbar Abas membantah jika koalisi besar rapuh. “Kami terus melakukan komunikasi politik, maka ketika ada yang bilang rapuh itu tidak mungkin,” ungkap Abas-panggilan Akbar Abas.
Abas menambahkan, saat ini DPC PDIP masih menunggu rekomendasi dari DPP. “Kemungkinan akhir Januari ini rekom tersebut turun,” katanya. Jika rekom itu turun, pihaknya langsung mengkonsolidasikan ke internal mulai dari PAC dan ranting. (and)

