Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia

Koalisi Besar Masih Rapuh?

TRENGGALEK - Wacana koalisi besar yang dibangun antara PDIP dengan PKB ter­nya­ta masih rapuh. Pasalnya, sampai sa­at ini kedua partai pemenang pe­mi­lu tersebut belum ada de­klar­asi dan kesepakatan secara ter­tulis. Hal itu dikarenakan, PKB masih menunggu surat re­ko­men­dasi dari DPP PDIP ter­ka­it siapa cabup yang bakal di­usung partai banteng moncong pu­tih tersebut.
Menurut Ketua DPC PKB Treng­galek Kholiq, sampai saat ini belum ada kesepakatan atau de­kla­rasi terkait koalisi besar. “Ka­mi masih melihat dinamika per­kem­bangan politik yang ada,” ung­kap­nya.
Ketika ditanya dinamika yang di­mak­sud? Kholiq menyatakan, ji­ka memang dinamika politik meng­ha­ruskan berkoalisi dengan PDIP, tentu PKB melakukan hal itu. Begitu juga sebaliknya, apa­bi­la dinamika tidak me­mung­kin­kan bergabung, maka PKB tidak akan memaksakan diri. “Po­kok­nya sampai sekarang kami masih me­nu­nggu perkembangan yang ada, sewaktu-waktu peta politik bi­sa berubah diluar dugaan,” je­las­nya.
Hal senada juga diungkapkan Agung Supriyono, wakil Ketua Bi­dang Infokom DPC PDIP Treng­galek. Menurut Agung, se­be­nar­nya wacana koalisi tersebut se­ba­tas antara ketua DPC PDIP dan PKB. Karena keduanya mem­punyai kedekatan emosio­nal, yakni sama-sama satu desa. “Ja­di ini masih sebatas wacana yang bisa saja berubah-ubah se­su­ai kondisi politik yang ada,” ka­ta­nya.
Sementara itu Ketua DPC PDIP Trenggalek Akbar Abas mem­ban­tah jika koalisi besar rapuh. “Ka­mi terus melakukan ko­mu­ni­ka­si po­litik, maka ketika ada yang bi­lang rapuh itu tidak mung­kin,” ung­kap Abas-pang­gil­an Akbar Abas.
Abas menambahkan, saat ini DPC PDIP masih menunggu re­ko­men­dasi dari DPP. “Ke­mung­kin­an akhir Januari ini rekom ter­se­but turun,” katanya. Jika rekom itu turun, pihaknya langsung meng­kon­solidasikan ke internal mu­lai dari PAC dan ranting. (and)
>