Golkar Bangun Koalisi Baru
Sukadji Sekretaris DPD Golkar
Menurut Sukadji, alasan membangun koaliasi baru karena selama ini Golkar selalu diklaim telah berkoalisi dengan partai tertentu. Padahal, kenyataannya sampai sekarang Golkar masih partai yang belum menentukan koalisi. “Parpol yang mengklaim itu masih sebatas wacana, belum ada langkah kongkret untuk membangun koaliasi,” ujarnya.
Mantan anggota DPRD periode 2004-2009 ini melanjutkan, pihaknya tidak ingin bermain wacana koalisi, tapi Golkar ingin benar-benar membangun koaliasi yang kongkret. Ketika ditanya, apakah rencana koalisi baru tersebut tidak mengajak parpol besar atau parpol yang sudah berkoalisi? Sukadji tidak menjawab secara pasti. “Kami akan mengandeng parpol yang punya visi-misi sama dengan Golkar pada pilbup ini, dan berkoalisi dengan parpol yang bisa menghilangkan egoisme masing-masing parpol,” katanya.
Sukadji melanjutkan, di dalam koalisi tidak mengenal egoisme parpol, semua parpol yang berkoalisi mempunyai kedudukan yang sama. Tidak memandang apakah parpol tersebut memiliki kursi banyak di dewan atau sedikit. “Dalam koaliasi seluruh parpolnya berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah,” ujarnya.
Ketika hal ini bisa diwujudkan dipastikan koalisi yang dibangun bisa tetap langgeng. “Sehingga jika mengusung calon, maka barisan parpol pengusung akan solid tidak mudah retak,” kata Sukadji.
Pria asal Kecamatan Munjungan ini menyatakan, koaliasi baru yang akan dibangun Golkar ini segera dikonkretkan. Sebab, semakin cepat membentuk koaliasi, semakin cepat pula mendapat calon yang akan diusung.
Apakah koalisi baru itu hanya terdiri dari parpol kelas menengah? Sukadji melanjutkan, hal itu melihat situasi dan kondisi. Jika memang, kondisinya memaksa koalisi dengan parpol menengah juga tidak masalah. “Tapi saat ini, Golkar terus menjajaki semua parpol baik kelas menengah, kelas kecil dan kelas berat,” katanya.
Yang dimaksud parpol kelas menengah adalah parpol yang memiliki antara 6 sampai 5 kursi, untuk kelas kecil adalah parpol yang mendapat kursi 4 ke bawah. Sedangkan kelas berat, parpol yang memperoleh kursi 7 ke atas.
Sukadji menambahkan, saat ini pengurus DPD Golkar Trenggalek selain menjajaki beberapa parpol, juga merapatkan barisan di internal pengurus. Sehingga, ketika koalisi baru itu benar-benar terwujud, internal Golkar tidak akan goyah. (and)

