Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia

Koalisi Besar Belum Final

Sementara itu, rencana PDIP berkoalisi dengan PKB ternyata belum final. Sampai saat ini, di internal PDIP belum ada pembicaraan secara resmi, masih informal. Hal itu diungkapkan Agung Supriono wakil ketua DPC PDIP Trenggalek.
Menurut Agung, wacana PDIP untuk merangkul PKB pada pilbup 2 Juni mendatang belum permanen, masih sebatas penjajakan lewat komunikasi politik yang cukup intens. Karena itu, bagi parpol lain yang ingin bergabung dengan PDIP masih sangat terbuka. Bahkan, parpol yang tergabung dalam koalisi golong gilik kemarin masih bisa berkoalisi dengan PDIP. “Ini belum final, semuanya masih bisa terjadi,” ungkap Agung.
Seperti diberitakan, dua ketua parpol DPC PDIP S Akbar Abas dan Ketua DPC PKB Kholiq berencana membangun koalisi besar pada pilbup 2 Juni mendatang. Mereka sepakat untuk mengusung cabup-cawabup. Jika dua parpol ini bergabung, di atas kertas cabup-cawabup yang diusung bisa duduk di kursi bupati-wakil bupati 2010-2015. Sebab, Sebab, dua partai ini memiliki massa yang cukup banyak dan terkenal solid. Indikasinya, pada pilihan legislatif (pileg) kemarin, PDIP bisa meraih 8 kursi (58.913 suara), sedangkan PKB 7 kursi (56.353 suara). Menurut Agung, PDIP dalam berkoalisi tidak hanya mempertimbangkan bagi-bagi kekuasaan, tapi lebih mengutamakan kepentingan atau aspirasi dari masyarakat. Sehingga, untuk kursi calon wakil bupati tidak harus dari partai terbesar setelah PDIP, tapi mungkin juga parpol lain yang bergabung dengan PDIP dan memiliki jago yang layak jual di masyarakat. Hal ini tentu untuk mendongkrak suara cabup yang diusung PDIP.
Dia menambahkan, koalisi bisa dikatakan final, ketika surat rekomendasi dari DPP untuk cabup PDIP sudah turun. “Setelah itu kami akan deklarasi bersama,” katanya.
Di lain pihak, Ketua DPC PKNU Ahmad Djauhari menyatakan, sampai saat ini PKNU belum mengambil sikap resmi terkait dengan koalisi. Baik itu ke koalisi golong gilik atau ke koalisi besar. “Sampai sekarang kami masih melakukan komunikasi politik dengan semua parpol, termasuk PDIP, Golkar, PKB, PPP dan parpol lainnya,” ujarnya.
Ketika ditanya keikut sertaan PKNU saat deklarasi golong gilik? Gus Hari-panggilan Ahmad Djauhari melanjutkan, saat deklarasi kemarin pihaknya tidak mendatangani draf dan tidak mengucapkan isi deklarasi tersebut. “Saat itu kami hanya hadir sebagai undangan, kami menghormati yang mengundang, sehingga ketika diminta mengangkat tangan kami juga ikut, tapi saat pembacaan deklarasi kami diam, tidak menirukan,” jelasnya.
Gus Hari menambahkan, begitu juga ketika diundang Ketua DPC PDIP Akbar Abbas di rumah dinas ketua dewan, PKNU tetap hadir. Di sana tidak ada penandatangan hanya melakukan penjajakan atau komunikasi politik biasa. “Jadi PKNU belum ada ikatan dengan parpol mana pun, kami masih menunggu situasi,” katanya. (and)
>