Mulyadi Masuk Bursa PKS
Menurut Asror-panggilan Ahmad Asror, saat ini internal PKS sedang melakukan survey ke warga dan simpatisan PKS. Dari survey tersebut, ada beberapa nama yang masuk nominasi menjadi cabup. Diantaranya, incumbent Soeharto, mantan Bupati Trenggalek Mulyadi, serta dua nama dari internal parti yakni AGus Cahyono dan Khomarudin. “Nama Mulyadi muncul karena disebut warga dan simpatisan Trenggalek,” ungkap Asror.
Ketika ditanya, apakah nama Mulyadi muncul karena desakan dari beberapa kader? Asror membantah, dalam survey yang dilakukan PKS, tidak ada unsur desakan sama sekali. “Semuanya murni dari nurani kader dan warga PKS,” ujarnya.
Kendati demikian, Asror menyatakan, survey tersebut belum final. Karena sampai saat ini, pihaknya masih terus mengodok nama-nama itu. Sehingga dipastikan, untuk sementara ini PKS masih belum menentukan nama cabup yang layak didukung atau diperjuangkan. “Waktunya masih lama, kami tidak gegabah dalam menentukan pilihan, karena ini demi masa depan Trenggalek,” katanya.
Asror melanjutkan, survey dalam menentukan cabup yang layak dipilih ini diikuti sekitar 100 pengurus mulai tingkat daerah, cabang dan ranting. Hasil survey tersebut masih belum bisa dijadikan pedoman. Karena, melihat perkembangan dan situasi di lapangan. “Survey ini hanya mengukur elektabilitas calon-calon tersebut,” ujarnya.
Ketika ditanya kreteria cabup yang layak didukung PKS? Asror menambahkan, seorang bupati harus memiliki visi dan misi ke depan. Yakni mampu melakukan peningkatan kesejahteraan masyarakat, bisa mengelola sumber daya alam. “Selain itu kami juga mempunyai kreteria lain yang harus dipenuhi seorang bupati,” katanya. (and)



