Pemindang Minta Disediakan Elpiji 50 Kg
Dalam peresmian tersebut juga ada dialog antara pemindang, bupati dan Dirjen. Dialog tersebut pemindang meminta disediakan gas elpiji 50 kilogram. Pemindangan di kawasan Pantai Prigi ini sebanyak 19 unit. Dari jumlah tersebut, baru tujuh unit yang berisi berbagai peralatan siap dioperasikan. “Selebihnya, kami mengharapkan bantuan dari departemen kelautan dan perikanan untuk bisa membantu agar 12 unit lainnya bisa dioperasikan,” harap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Trenggalek Siswanto.
Di sekitar Teluk Prigi ada kurang lebih 44 kepala keluarga (KK) yang menjalankan usaha pemindangan. Jumlah tersebut antara lain di Desa Tasikmadu sebanyak 31 pemindangan, di Desa Prigi sebanyak enam pemindangan, dan di Desa Margomulyo ada tujuh pemindangan.
PEmindangan
Tiap hari mereka rata-rata memproduksi pindang sampai 110 ton yang dipasarkan di Trenggalek sendiri dan beberapa kota di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Para pemindang tersebut tergabung dalam KUB Pemindang Mia Prigi Lestari. Keberadaan KUB ini kemarin juga dikukuhkan Bupati Soeharto. Dengan menempati sentra pemindangan Bengkorok tersebut, para pemindang diharapkan tidak lagi melakukan pemindangan secara tradisional.
Para pemindang harus bekerja dengan higienis. Mereka wajib mengenakan topi, penutup mulut celemek dan sepatu boot. “Mudah-mudahan tidak hanya saat ini saja, waktu diresmikan. Tapi juga setelah ini, hari-hari esok dan seterusnya harus tetap menjaga kualitas. Dengan menjaga kebersihan dan kesehatan, ini penting,” kata Martani.
Pemindangan di Kawasan Bengkorok ini seluas 10 Ha, namun belum semua area dimanfaatkan secara optimal. Pembangunan pemindangan ini dimulai sejak tahun 2003 dengan pembuatan site plan. Setelah itu tahun 2004, bekerja sama dengan Perhutani, Pemkab melakukan pengurugan lahan seluas 4 Ha.
Tahun 2005 dibangun instalansi air bersih dan IPAL. Tahun berikutnya melakukan pengaspalan jalan macadam. Lalu dimulailah pembangunan bangsal pemindagan dari dana alokasi khusus dan dekonsentrasi total mencapai Rp 5 miliar.Sampai terakhir tahun 2009 ini pengadaan sarana pemindangan sebanyak tujuh unit.
Pada kesempatan peresmian kemarin, juga dilakukan dialog antara Martani, Soeharto dan para pemindang. Dalam dialog tersebut ada masukan dan permintaan agar segera dibangunkan musala dan penyediaan gas elpiji dalam ukuran 50 kg. “Karena di sini belum ada agen yang menyediakan gas dalam ukuran ini, jadi mohon diberikan jalan keluar,” ucap Tumiran salah satu pemindang.
Atas masukan tersebut, Dirjen dan Bupati mengatakan, segera mengusahakan jalan keluar dari keluhan-keluhan tersebut. Dirjen juga menjanjikan akan membenahi kekurangan lainnya. “Dalam perjalanan ke sini, kami juga melihat ada jalan yang terlalu sempit untuk dilewati. Nanti kami juga akan berkoordinasi dengan kementerian PU agar diperhatikan jalan menuju Prigi ini,” janji Martani. (tin/and)



