Harga Mati Menangkan Harto
Golkar Kumpulkan PK dan Pengurus Organisasi Sayap
TRENGGALEK – DPD Golkar bertekad memenangkan Soeharto untuk duduk kembali menjadi Bupati Trenggalek periode 2010-2015. Kemarin, pengurus DPD Golkar mulai memanasi mesin politiknya. Seluruh pengurus kecamatan (PK) dan pengurus lain melakukan konsolidasi dan diberi sosialisasi terkait dengan bakal calon bupati (Bacabup) Soeharto yang diusung Golkar.
Sosialisasi berlangsung di aula kantor DPD Partai Golkar ini dihadiri Bacabup Soeharto dan para pengurus partai. Mulai dari dewan pertimbangan, dewan penasihat, pengurus DPD 2, pengurus pleno, pengurus kecamatan, pengurus organisasi sayap, dan lainnya.
Dari sosialisasi kemarin, diharapkan pengurus melakukan konsolidasi ke bawah. Dengan target harga mati memenangkan Soeharto. Kebulatan tekad mengusung Soeharto ini diwujudkan dalam slogan Madep, Mantep Mbangun Desa Bersama Soeharto. Disampaikan Ketua DPD Parta Golkar Trenggalek Wakidi, slogan ini bermakna sekaligus pesan yang diharapkan Partai Golkar, agar ke depan, dalam pemerintahan Soeharto menitikberatkan pada penguatan otonomi desa dalam menguatkan otonomi daerah. “Kami berharap peningkatan program kerakyatan yang meliputi sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan pariwisata menjadi fokus perhatian di masa depan,” ucap Wakidi.
Dari sosialisasi tersebut, Wakidi meminta untuk ditindaklajuti disampaikan ke bawah. Sementara DPD juga akan terus menjalin kebersamaan dengan partai-partai lain dalam Koalisi Trenggalek Maju Mapan yang dideklarasikan beberapa waktu lalu.
Ditambahkan sekretaris DPD Partai Golkar Trenggalek, Sukadji, fenomena kemiskinan di Trenggalek ini lebih dikarenakan oleh keadaan perekonomian masyarakat desa. Ini karena tidak ada perda yang mengatur tentang hasil pertanian. “Mudah-mudahan pesan ini bisa ditangkap oleh masyarakat luas. Agar ada apresiasi yang besar terhadap kesejahteraan rakyat, dan kami berharap APBD ke depan bisa lebih menitikberatkan pada sektor pedesaan dan perekonomian,” ujar Sukadji.
Pada kesempatan sosialisasi kemarin, peserta juga mendapatkan kesempatan menyampaikan langsung uneg-uneg mereka kepada Soeharto. Seperti disampaikan oleh Gentong Lukito yang menanyakan strategi perang untuk pemenangan Soeharto ini. Dia juga meminta agar segera ada markas komando atau sekretariatan tim pengusung Soeharto. Ini bertujuan agar hubungan Soeharto dengan kader tidak terlalu formal, dengan konsep hubungan kekeluargaan.
Begitu juga uneg-uneg lainnya, Soeharto harus lebih memperhatikan peningkatan kesejahteraan petani, salah satunya dengan mempermudah mendapatkan benih dan bibit. Soeharto sendiri menjawab sepakat dengan semua usulan tersebut.
Dia meminta pengurus parpol yang mendukung dirinya sebagai cabup, untuk terus melakukan konsolidasi. Karena dengan konsolidasi, seluruh persoalan atau kendala dapat terselesaikan dan dapat mengoptimalkan langkah yang bakal ditempuh. (tin/and)

