Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Jumat 30
Juli

Harga Mati Menangkan Harto

Golkar Kumpulkan PK dan Pengurus Organisasi Sayap
0211ratu6TRENGGALEK – DPD Gol­kar bertekad memenangkan Soe­har­­to untuk duduk kembali men­ja­di Bupati Trenggalek periode 2010-2015. Kemarin, pengurus DPD Golkar mulai memanasi me­sin politiknya. Seluruh peng­urus kecamatan (PK) dan peng­urus lain melakukan konsolidasi dan diberi sosialisasi terkait de­ngan bakal calon bupati (Ba­ca­bup) Soeharto yang diusung Gol­kar.
Sosialisasi berlangsung di aula kan­tor DPD Partai Golkar ini di­ha­di­ri Bacabup Soeharto dan para pengurus partai.  Mulai dari de­wan pertimbangan, dewan pe­na­si­hat, pengurus DPD 2, peng­urus pleno, pengurus kecamatan, peng­urus organisasi sayap, dan lain­nya.
Dari sosialisasi kemarin, di­ha­rap­kan pengurus melakukan kon­so­lidasi ke bawah. Dengan tar­get harga mati memenangkan Soe­har­to. Kebulatan tekad meng­­usung Soeharto ini di­wu­jud­kan dalam slogan Madep, Man­tep Mbangun Desa Bersama Soe­harto. Disampaikan  Ketua DPD Parta Golkar Trenggalek Wa­ki­di, slogan ini bermakna se­ka­li­gus  pesan yang diharapkan Par­tai Golkar, agar ke depan, da­lam pemerintahan Soeharto me­ni­tik­beratkan pada penguatan oto­nomi desa dalam menguatkan oto­nomi daerah. “Kami berharap peningkatan pro­gram kerakyatan yang me­li­puti sektor pertanian, perikanan, ke­lautan, dan pa­ri­wi­sa­ta menjadi fo­kus perhatian di ma­sa depan,” ucap Wakidi.
Dari sosialisasi tersebut, Wa­ki­di meminta  untuk ditindaklajuti  di­sam­paikan ke bawah. Se­men­ta­ra  DPD juga akan terus men­ja­lin kebersamaan dengan partai-par­tai lain dalam Koalisi Treng­ga­lek Maju Mapan yang di­de­klarasikan beberapa waktu lalu.
Ditambahkan sekretaris DPD Par­tai Golkar Trenggalek, Su­ka­dji, fenomena  kemiskinan di Treng­­galek ini lebih dikarenakan oleh keadaan perekonomian ma­sya­­ra­kat desa.  Ini karena tidak ada perda yang mengatur tentang ha­sil per­ta­nian. “Mudah-mudahan pesan ini bi­sa ditangkap oleh masyarakat lu­as. Agar ada apresiasi yang besar ter­hadap kesejahteraan rakyat, dan kami berharap APBD  ke de­pan bisa lebih menitikberatkan pa­da sektor pedesaan dan per­eko­­nomian,” ujar Sukadji.
Pada kesempatan sosialisasi ke­ma­r­in, peserta juga mendapatkan ke­sem­patan menyampaikan lang­­sung uneg-uneg mereka ke­pa­da Soeharto.  Seperti di­sam­pai­kan oleh Gentong Lukito yang menanyakan strategi pe­rang untuk pemenangan Soe­har­to ini. Dia juga meminta agar  se­ge­ra ada markas  komando atau se­kre­tariatan  tim pengusung Soe­harto.  Ini bertujuan agar hu­bung­an Soeharto dengan kader ti­dak terlalu formal, dengan kon­sep  hubungan kekeluargaan.
Begitu juga uneg-uneg lainnya, Soe­harto harus lebih mem­per­ha­ti­kan peningkatan kesejahteraan pe­ta­ni, salah satunya dengan mem­permudah mendapatkan be­nih dan bibit.  Soeharto sendiri men­ja­wab sepakat dengan semua usul­an tersebut.
Dia meminta pengurus parpol yang mendukung dirinya sebagai ca­bup, untuk terus melakukan kon­solidasi. Karena dengan kon­so­li­dasi, seluruh persoalan atau ken­dala dapat terselesaikan  dan da­pat mengoptimalkan langkah yang bakal ditempuh. (tin/and)
>