Jangan Hanya Formalitas
Dibiayai Rp 360 Juta, Reses Tidak Boleh Berkelompok
KEDIRI- Pekan depan, anggota DPRD Kota Kediri akan memasuki masa reses pertamanya tahun ini. Kegiatan tersebut berlangsung lima hari, mulai 5-12 Maret. Menurut Ketua Badan Anggaran (Banggar) Yudi Ayubchan, mereka akan menjaring aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
Caranya, dengan menghadirkan konstituen dalam sebuah kegiatan. Minimal 200 orang. Boleh juga mengundang satuan kerja (satker) terkait di pemkot. Hasilnya akan dibawa dalam pembahasan perubahan anggaran keuangan (PAK). “Jika di eksekutif ada musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) maka dewan ada reses,” ujarnya memberikan tamsil.
Ayub, panggilan akrabnya, mengatakan, mereka akan didampingi oleh sekretariat DPRD. Adapun anggarannya, setiap anggota dewan mendapat Rp 12 juta. Itu digunakan untuk makan dan minum serta sewa tempat.
Hanya, lanjut politikus Partai Demokrat ini, pelaksanaannya harus sendiri-sendiri. Tidak boleh digabung atau berkelompok dengan anggota dewan lain, meskipun masih dalam satu dapil. Sebab, surat pertanggungjawaban (SPj)-nya juga harus dibuat sendiri-sendiri. “Jika bersamaan, nanti SPj-nya akan kesulitan,” lanjutnya.
Dengan alokasi di atas, untuk sekali reses berarti dibutuhkan anggaran Rp 360 juta. Atau, Rp 1,08 miliar dalam setahun. Sebab, total anggota DPRD Kota Kediri adalah 30 orang dengan masa reses sebanyak tiga kali setahun. ”Semua dana itu ada SPj-nya,” tandas Ayub yang sebentar lagi digeser dari jabatannya sebagai ketua banggar.
Sekretaris Komisi C Reza Darmawan mengatakan, reses sangat penting bagi anggota dewan. Sebab, mereka bisa mengetahui aspirasi konstituennya. Untuk itu, dia lebih sreg menggelarnya sendiri. Pasalnya, meski berasal dari satu dapil, setiap anggota dewan memiliki konstituen yang berbeda. ”Keinginan dan keluhannya pun tidak sama,” katanya.
Secara terpisah, Sekretaris DPRD Kota Kediri Hero Nusanto menuturkan, reses dilaksanakan anggota dewan secara serentak. Namun, reses yang pertama tahun ini hanya diikuti 29 orang. Sebab, hingga kemarin, PKB belum menentukan pengganti almarhum Zen Fanani yang meninggal bulan lalu. “Untuk jatah reses almarhum Pak Zen dibiarkan kosong,” tuturnya. Hero mengharapkan, reses berjalan lancar dan sesuai tujuan. Sehingga, hasilnya bisa maksimal. (tyo/hid)

