Defisit Lebih Rp 50 M
NGANJUK- Masing-masing satuan kerja (satker) di lingkungan Pemkab Nganjuk terpaksa berhemat. Setelah anggaran 2010 nanti dipastikan defisit mencapai lebih dari Rp 50 miliar.
Hal ini disampaikan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman dalam rapat paripurna penyampaian nota keuangan dan rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2010 di gedung DPRD kemarin.
Disebutkan untuk 2010, pendapatan dipatok Rp 830,485 miliar sementara belanja mencapai Rp 880,874 miliar. Sehingga terjadi defisit mencapai Rp 50,388 miliar. Paling banyak tersedot untuk belanja pegawai sebesar Rp 536,567 miliar atau sebesar 83,16 persen dari belanja tidak langsung.
Biaya itu untuk anggaran gaji dan tunjangan pegawai negeri sipil (PNS) dan rekrutmen CPNS daerah. Sementara untuk pendapatan tidak banyak perubahan. “Sumbangan pandapatan asli daerah (PAD) masih di bawah 10 persen. Hal ini menunjukkan APBD Nganjuk masih sangat tergantung pemerintah pusat,” beber Taufiqurrahman yang kemarin membacakan nota keuangan setebal 65 halaman bergantian dengan Sekda Sumarlan.
Dia menyebutkan saat ini jumlah pendapatan daerah menurun dibandingkan 2009, yaitu Rp 866,558 miliar atau 4,17 persen. Pendapatan daerah berasal dari PAD, dana perimbangan berasal dari dana bagi hasil pajak, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus. (selengkapnya lihat tabel).
Khusus anggaran belanja, Taufiq menyampaikan lebih banyak untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 645,203 miliar. Terjadi kenaikan signifikan dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 562,921 miliar atau 14,62 persen.
Lebih tingginya belanja daerah ini, diakui Taufiq, masing-masing satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) harus lebih pandai ‘mengencangkan ikat pinggang’. “Banyak program di satker yang harus dikepras,” terang Taufiq.
Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak sebab kebutuhan belanja pegawai merupakan kebutuhan wajib. “Gaji dan tunjangan itu sudah menjadi ketetapan, jadi harus dipenuhi,” jelasnya. Untuk itu, pihaknya meminta setiap dinas penghasil bekerja keras meningkatkan PAD sesuai target yang telah ditetapkan.
Menariknya, sidang paripurna kemarin digelar hari Minggu. Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemkab Nganjuk tampaknya mengejar target penyelesaian pembahasan pada akhir bulan ini.
Rencananya hari ini, penyampaian nota keuangan itu akan ditanggapi dengan penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi. Dikebutnya proses pembahasan ini dibantah Ketua DPRD Nganjuk Nurwadi Nurdin. “Normal-normal saja. Seperti tahun lalu,” ucapnya.
Nurdin menjelaskan tidak ada target khusus penyelesaian pembahasan draf RAPBD 2010 tersebut. “Ya lamanya tergantung pembahasan nanti, kalau ada yang perlu dikritisi, ya dikritisi. Kalau tidak ada ya jadi lancar,” pungkasnya. (dea/ndr)

