Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Jumat 30
Juli

Bisa Bahayakan Pengguna Jalan

NGANJUK- Tidak cocoknya penggunaan pohon glodok tiang di sepanjang Jalan A. Yani bukan isapan jempol saja. Pohon yang mendominasi taman median jalan ini berbahaya karena mudah roboh.

Hal ini diungkapkan oleh Kasidi, pemerhati lingkungan yang juga kabid pelestarian lingkungan Forum Peduli Lingkungan (FPL), “(Glodok tinga) kurang tepat, seharusnya tanaman perdu,” tutur Kasidi.

Tanaman perdu yang dipilih juga bukan sembarang tanaman perdu, Kasidi menyebutkan bahwa tanaman yang dimaksud adalah tanaman yang mampu menyerap polutan. Seperti bougenvil, nusa indah dan bunga sepatu.

Tidak hanya bisa menyerap polutan, tanaman-tanaman tersebut diakui oleh Kasidi bisa membuat taman lebih menarik karena warna tanaman-tanaman tersebut beranekaragam.

Keunggulan dari tanaman perdu ini, perakarannya yang tidak dalam. Cocok untuk tanaman di median jalan yang berada di atas jalan raya. Berbeda dengan glodok tiang yang memiliki perakaran dalam.

Hal ini menyebabkan akar glodok tiang yang mungkin kesulitan menembus aspal jalan akan sulit tumbuh dengan baik, “Ujung-ujungnya pohon itu mudah roboh,” jelas Kasidi.

Dia mengakui bahwa pohon glodok tiang yang ada di median jalan itu memang terlihat bagus karena rindang. Tetapi, diakuinya, akan lebih baik jika tanaman glodok tiang itu berada di tepi jalan, “Paling penting tidak membahayakan pengguna jalan,” imbuhnya. Belum lagi, tingginya dahan pada glodok tiang menyebabkan tanaman itu menyentuh kabel listrik sehingga membahayakan.

Apa yang dijelaskan oleh Kasidi tidak berbeda jauh dengan penyampaian Agus Budiarto, petugas pelaksana teknis kegiatan (PPTK) perbaikan taman di A. Yani beberapa waktu lalu. Dia mengakui perlunya konsep ulang dari taman yang berada di A. Yani tersebut.

Kasidi menyebutkan bahwa ketidaksesuaian inilah yang diakui oleh Kasidi sebaiknya diperhatikan oleh pemerintah daerah, “Lebih baik jika tanamannya disesuaikan yang tepat supaya tidak merugikan orang lain,” terangnya. Hal ini berkaitan dengan kepastian tentang kemungkinan tanaman mudah roboh karena kondisi pohon.

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi taman A. Yani memprihatinkan. Sebab, banyak tanaman yang tidak sesuai, akibatnya banyak yang kering dan sebagian lahan taman terlihat beralih fungsi menjadi tempat sampah. (dea)

>