Tewas Tercebur Sumur
Kapolsek Nganjuk AKP I. H Joedo mengatakan jasad Ana kali pertama ditemukan oleh Srinarni, 53, ibunya. “Sesuai dengan laporan, mayatnya ditemukan pukul 08.30,” kata Joedo.
Kepada petugas polsek, Srinarni mengatakan, pagi itu putrinya sama sekali tidak menunjukkan gelagat mencurigakan. Bahkan sebelum ditemukan tewas, Ana sempat membantunya memasak di dapur. “Dia bantu-bantu cuci piring,” terang Joedo menirukan keterangan Srinarni.
Petaka terjadi saat Ana pamit mengambil air di sumur belakang. Srinarni sendiri saat itu tak begitu menghiraukan. Namun bebarapa saat kemudian, Srinarni mengaku perasaannya mulai tidak enak. Ini lantaran Ana tak kunjung kembali.
Seketika itu Srinarni ke belakang mencari anaknya. Sayang sampai di
“Pertama kali dicek nggak kelihatan, saksi baru tahu setelah menarik tali timba sumur,” ungkap Joedo. Saat itu juga Srinarni langsung teriak-teriak minta tolong.
Warga yang mendengarnya langsung mendatangi lokasi kejadian. Kasus tersebut akhirnya dilaporkan Polsek Nganjuk. Joedo mengungkapkan, sampai kemarin pihaknya belum bisa memastikan apakah korban terjatuh atau bunuh diri. Hanya saja, dari pengakuan keluarganya, Ana sebelumnya mengeluh sakit kepala. “Apakah kemudian terpeleset dan jatuh atau lainnya masih kami selidiki,” pungkasnya. (ery/ndr)

