Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Jumat 30
Juli

Hari Ini Penilaian Kampung Bersih

Ajak Masyarakat Olah Sampah

kokok
Satrijo W
TULUNGAGUNG - Sam­pah merupakan ancaman bagi kota/kabupaten yang tidak serius dalam mengolahnya. Karena bisa berdampak pada bencana ling­kungan dan kemanusian seperti terjadi di Leuwigajah Bandung pada 21 Februari 2005. Di kota ini terjadi ledakan dan longsoran sampah yang mengakibatkan 142 jiwa melayang, puluhan orang luka dan rumah rusak tertimbun longsoran sampah. Karena peristiwa tersebut, ditetapkan sebagai hari sampah nasion­al 21 Febuari 2005.

Peristiwa itu tentu tidak ingin terjadi di Tulungagung bukan? Karena itu, menurut Drs H Satrijo Wiweko MT, direktur Sahabat Lingkungan, dalam mengatasi per­masalahan sampah tidak Pemkab Tulungagung meminta peran sarta masyarakat. Kenapa begitu? Sebab pada dasarnya masyarakat adalah produsen utama sampah. Dengan peran serta dipastikan per­soalan sampah tidak akan pernah terjadi. Karena, masyarakat bisa mengatur dan bisa memecahkan persoalan sampah. Salah satu caranya, memakai konsep pening­katan peran serta masyarakat pen­golahan sampah pada sumbernya.

Untuk mewujudkan konsep tersebut lanjut pria yang juga tim penilian kampung bersih ini, Pemkab Tulungagung membuat program kampung bersih. Pro­gram ini bertujuan membuday­akan hidup bersih, hijau dan sehat.

Program kampung bersih ini diikuti 110 RW dari 4 Kecamatan Tulungagung, Kedungwaru, Kauman dan Boyolangu. Yang rencana penilaian mulai hari ini sampai minggu (14/3) untuk tahap pertama. Sedang­kan penilaian kedua dilaksanakan awal April dan Juni men­datang.

Untuk tim peni­lai dari unsur LSM Provinsi, Wartawan Radar Tulunga­gung, Radio Joss, Perguruan TInggi, LSM Lingkungan dan Tim Penggerak PKK Ka­bupaten Tulungagung. Kriteria penilaian meliputi kebersihan lingkungan, drainase, ketedu­han, penghijauan, pemilahan, pengolahan, composting, sanitasi lingkungan, media kampanye kebersihan serta peningkatan peran serta masyarakat.

Diharapkan lomba kampung bersih ini bisa membangun kepedulian masyarakat untuk menciptakan kampung bersih sekaligus menciptakan “ ECO CITY “ yaitu kota yang ramah lingkungan guna menunjang pembangunan berkelanjutan yang berwawasan Lingkungan (KO).

>