Waktunya Beralih ke Pupuk Organik
dok/ratu
Tatang Suhartono
Seperti diungkapkan Kepala Dinas Pertanian (Dinperta) Tulungagung Tatang Suhartono. Menurut dia, sebenarnya rencana kenaikan harga pupuk sudah tersebar sejak September 2009.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah membantu kelompok tani dengan bantuan langsung mandiri. Sudah dibentuk 79 kelompok tani yang bisa membuat pupuk dari kotoran tersebut. “Maksudnya digunakan untuk membeli peralatan pembuatan pupuk organik dan rumah kompos,” jelasnya.
Tahun ini, lanjut Tatang, bantuan langsung mandiri juga digulirkan. Untuk itu, dia berharap petani tak segan-segan menggunakan pupuk organik. Pastinya untuk menekan biaya produksi biaya tanam. Apalagi jatah pupuk untuk Tulungagung untuk tahun 2010 juga berkurang.
Mahmudi, 32, warga Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo, mengatakan kenaikan HET pupuk meresahkan petani.
Dulu saat harga pupuk rendah, tapi ketika beredar di masyarakat tetap tinggi. Apalagi jika naik lagi, pastinya akan melambung lebih tinggi.
Bagaimana dengan pupuk organik? Dia pesimis bisa diterapkan di Tulungagung. “Bagaimana ngerti pupuk organik, wong tak pernah disosialisasikan,” katanya dengan nada pasti.
Semestinya jika pupuk naik, maka harga gabah juga naik. Dengan begitu harga jual gabah lebih baik. Dan petani tak selalu merugi jika musim panen tiba. (din/her)

