Genjot Produksi Pertanian, Bangun Balai Penyuluh
TRENGGALEK-Pemkab Trenggalek bertekad meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi jumlah petani miskin. Langkahnya selain membangun balai penyuluh pertanian di Kecamatan Pogalan, juga melaksanakan Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Program yang memakai dana APBN dan APBD ini fokus pemberdayaan kelembagaan petani dan ekonomi pedesaan. Hal ini mendorong terbukanya lapangan pekerjaan.
Menurut Soeharto, saat ini Pemkab Trenggalek telah menyalurkan dana sekitar Rp 6,2 miliar untuk 62 gabungan kelompok tani (Gapoktan). Mereka tersebar di 62 desa di beberapa kecamatan. Diantaranya, di Kecamatan Pogalan di lima desa. Yakni, Kedunglurah, Pogalan, Ngetal, Ngadirenggo dan Wonocoyo. “Dana PUAP ini akan terus meningkat, jika ada komitmen antara masyarakat dan pemerintah,” ungkap orang nomor satu di Trenggalek saat menghadiri tasyakuran pembangunan Gedung Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Pogalan, beberapa waktu lalu.
Dalam acara tersebut, Soeharto menyatakan, pembangunan balai penyuluh pertanian ini sudah sesuai spesifikasi yang dikeluarkan Departeman Pertanian (Deptan). “Ini satu-satu di Jatim,” katanya.
Soeharto melanjutkan, dengan selesainya balai penyuluh pertanian tersebut, diharapkan produktivitas petani di Kecamatan Pogalan dan sekitar semakin meningkat. Sebab, interaksi petani dan penyuluh semakin intens.
Sehingga, petani bakal banyak sering bertanya, ketika ada keluhan terkait dengan persoalan pertanian atau tanamannya. “Karena itu saya minta balai ini difungsikan sebagai mana mestinya,” ujarnya.
Soeharto menambahkan, selain memfungsikan balai penyuluh ini secara maksimal, mantan pegawai PT Telkom ini meminta masyarakat dan dinas terkait memelihara Balai Penyuluhan Pertanian sebaik-baiknya. (and)

