Bonsai Makin Diminati
Yanu Aribowo/ratu
SIMBOLIS: Ahmad Pitoyo (kiri) bersama Ketua Panitia Pameran, Setyo Antoro.
Mulai 12 hingga 20 Januari 2010 mendatang, diadakan pameran bonsai dan tanaman hias di lapangan Wira Mandala Pasar Pahing Tulungagung. Tema yang diambil, ”Semarak Seni dan Bonsai Tulungagung 2010”.
Pameran ini mencatat prestasi tersendiri. Karena mendapat respon dan perhatian dari komunitas bonsai dari berbagai kabupaten di Jawa Timur. Seperti Blitar, Nganjuk, Kediri, Surabaya, Ponorogo, Malang, Madiun, Bojonegoro, Lamongan, serta Tulungagung sendiri. Pameran dibuka pada 16 Januari 2010 kemarin oleh Ahmad Pitoyo, kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tulungagung.
Menurut Setyo Antoro, ketua panitia pelaksana, kontes bonsai kali ini diikuti oleh 250 peserta, terdiri dari 156 peserta kelas prospek dan 94 peserta kelas madya atau regional. ”Disamping itu juga mendapat dukungan dari 16 peserta bursa, bonsai, tanaman hias, buku, pot dan lain sebagainya,”ungkapnya di sela-sela acara.
Ditambahkan dia, maksud dan tujun dari pameran ini adalah, untuk menjalin silaturrahmi sesama pecinta bonsai, serta menumbuh kembangkan minat para penghobi bonsai dari di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.
Saat ini jumlah penggemar seni bonsai di Tulungagung berkembang cukup pesat.
Hal ini ditandai dengan berdirinya perkumpulan penggemar bonsai Indonesia (PPBI) cabang Tulungagung. Jumlah anggotanya 160 penghobi, 12 pedagang bonsai, 2 pembudidaya bonsai, 6 perajin pot, serta 5 seniman bonsai. Banyaknya penghobi bonsai di Tulungagung, menjadikan kota ini sebagai barometer seni bonsai. Sekaligus menjadi terobosan baru di bidang ekonomi atau istilahnya alternative economy creative. ”Semoga ke depannya bonsai hasil karya putra Tulungagung bisa berkiprah di tingkat nasional. Bahkan internasional serta diakui kualitasnya,”harapnya.
Dia menambahkan, dengan pameran bonsai ini, diharapkan gairah komunitas bonsai tetap terjaga dan seni bonsai semakin memasyarakat serta menjadi agenda tiap tahun.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ahmad Pitoyo mengatakan, sangat mendukung adanya pameran ini. ”Ini karena dapat mengangkat dan memperkenalkan potensi alam, dan menunjang program pemerintah di bidang pariwisata, pelestarian lingkungan hidup serta program penghijauan,”ungkapnya.
Dengan pameran ini juga dapat meningkatkan perekonomian, khususnya para petani dan pedagang bonsai serta tanaman hias. ”Di sisi lain juga memberikan kesempatan pada penggemar bonsai untuk lebih beraktualisasi dan memperkenalkan karya seni bonsainya,”tegas Pitoyo. (sim/adv/ris).

