Dosen STAIN Tulungagung Ramaikan Bursa Kandidat
KEDIRI- Panitia Seleksi Calon Ketua STAIN Kediri akhirnya memberlakukan aturan yang longgar. Jadwal pengambilan formulir yang seharusnya berakhir kemarin diundur. Yakni hingga 15 Februari. Ini sama dengan batas waktu terakhir pengembalian formulir.
Menurut Sekretaris Panitia Taufik Al Amin, pengunduran itu dimaksudkan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada kandidat yang ingin mendaftarkan diri. Ini sekaligus dimaksudkan agar pilihan yang tersedia semakin beragam. ”Alternatif untuk memperoleh calon yang terbaik dari yang baik bisa diperoleh jika calonnya banyak,” ujarnya kepada Radar Kediri kemarin.
Dikatakan Taufik, mekanisme pengambilan formulir dalam pemilihan calon ketua STAIN tidak pernah kaku. Biasanya, panitia selalu memberikan toleransi kepada calon pelamar untuk mengambil formulir sampai batas akhir pengembalian. Makanya, pengunduran batas waktu pengembalian formulir kemarin bukan menjadi masalah yang krusial.
Sabtu (6/2) lalu, lanjut Taufik, jumlah kandidat yang mengambil formulir bertambah tiga lagi. Satu di antaranya berasal dari luar kampus. Yakni, Iffatin Nur, dosen STAIN Tulungagung. Namun, dia tidak datang sendiri. ”Ada wakilnya yang mengambilkan,” lanjut mantan anggota KPUD Kota Kediri ini.
Sedangkan dua yang lain, sambung Taufik, berasal dari dalam. Yaitu Ali Anwar (dosen) dan Ahmad Subakir (ketua sekarang). Subakir bisa mendaftarkan diri karena Kamis (4/2) lalu sudah resmi menyandang gelar doktor sosiologi agama dari Universitas Merdeka (Unmer) Malang. ”Total sekarang ada enam orang yang mengambil formulir,” sambungnya.
Sementara itu, Subakir mengaku mengambil formulir di sekretariat panitia sekitar pukul 15.00. ”Sekarang formulir sudah ada di tangan saya,” ujarnya saat dihubungi Radar Kediri lewat ponselnya, Sabtu (6/2) lalu sekitar pukul 17.00.
Dia menyatakan macung lagi karena ingin menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang belum selesai selama kepemimpinannya. Impiannya adalah menciptakan STAIN sebagai lembaga pendidikan yang representatif. Untuk itu, kualitas akademik dan sumber daya manusia (SDM)-nya akan diperbaiki. ”Saya akan menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung,” katanya.
Terkait banyaknya kandidat yang maju, Subakir justru mengaku senang dan menilainya bagus. Namun, dia berharap hal itu tidak menciptakan kubu-kubuan di STAIN. Sebab, pemilihan ketua STAIN adalah hal yang biasa dalam dunia akademik. (tyo/hid)



