Mandi Spa di Sungai Kelud
Sebenarnya, aliran sungai air panas yang berasal dari kawah ini sudah ada sejak lama. Dulu, pemkab berencana membangun kolam air panas di sana. Namun, terkendala setelah Gunung Kelud hendak meletus pada akhir 2007. Baru, setelah status gunung berapi itu turun, pemkab melanjutkan pembangunannya. Akses menuju ke sana selesai dikerjakan akhir 2008 lalu. Meski demikian, belum banyak pengunjung yang mengetahuinya.
Sukadi, pengunjung asal Garum, Blitar yang ditemui Radar Kediri, Sabtu (24/10) lalu, mengaku baru mengetahuinya setelah bertanya kepada salah satu petugas yang ada di sana. "Semula saya hanya tahu ada kepulan asap yang muncul dari lereng. Eh, ternyata ada sungai air panasnya," akunya.
Dia bersama empat kerabatnya pun langsung memilih ke lokasi tersebut karena sudah beberapa kali melihat anak Gunung Kelud. Mereka bersama-sama berdiri di tepi aliran air yang dipenuhi uap belerang. "Ini seperti spa," katanya.
Puas melakukan 'spa', Sukadi bergeser ke anak sungai yang ada di sebelah utara aliran air utama. Lalu, dia merendam kaki dan membasuh mukanya dengan air tersebut. "Belerangnya kan banyak, siapa tahu gatal-gatal jadi hilang. Bisa lebih nyaman lagi kalau di sini ada pemandian air panas," sambung Sukadi sambil terus merendam kakinya.
Pantauan Radar Kediri, sungai air panas itu menjadi daya tarik baru bagi pengunjung. Setelah menuruni anak tangga sekitar 600 meter, pengunjung bisa melihat air panas yang mengalir langsung dari perut Kelud.
Saking panasnya, pengunjung tidak bisa langsung berendam di air tersebut. Melainkan hanya merasakan asapnya. Untuk berendam, kebanyakan memilih anak sungai yang terletak di sebelah utara sungai utama. Airnya tidak terlalu panas. Sayang, belum ada petunjuk khusus yang mengarahkan para wisatawan ke sana. Sehingga, mayoritas pengunjung hanya tertarik untuk melihat anak Gunung Kelud.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kediri Sigit Rahardjo mengatakan, pemkab memang terus berupaya menggali potensi baru di Kelud untuk mengundang minat pengunjung. Mereka juga akan melanjutkan rencana pembangunan kolam air panas di sana. Hanya, waktunya belum bisa ditentukan. "Nanti akan bertahap," katanya. (ut/hid)



