Indehoy, Dua Pelajar Dijaring
Sementara itu, para pelajar masih belum kapok. Meskipun pemkot dan polisi sedang intensif melakukan razia di wilayah Gunung Klotok -pascaberedarnya rekaman video porno pelajar di sana-mereka masih saja membandel. Akibatnya, kemarin, sepasang pelajar kembali ditangkap.
Keduanya adalah Rn, 17, warga Campurejo, dan pacar satu sekolahnya, Ti, 16, warga Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto. Mereka adalah siswa salah satu SMA negeri di Kota Kediri. Rn dan Ti terjaring saat sedang berduaan di Kafe Maestro, Lingkungan Boro, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto pada jam pelajaran sekolah.
"Kami melihat cara berpacaran mereka melampaui batas. Yang cowok sedang meraba tubuh ceweknya," ujar Kepala Satgas IV Polresta Ipda Sulijan yang memimpin langsung razia kepada Radar Kediri. Kancing celana si cewek juga sudah terbuka.
Razia kemarin digelar mulai pukul 10.30. Menumpang satu truk dalmas, belasan anggota Satgas IV Polresta langsung meluncur ke arah Klotok. Sasaran pertama adalah Kafe Maestro yang terletak di jalan menuju kawasan wisata tersebut. Begitu tiba, aparat langsung memeriksa bilik-bilik yang ada di sana.
Ada empat pasangan yang dijumpai. Dua di ruang utama dan dua di dalam bilik. Semua diminta menunjukkan kartu identitasnya. Namun, hanya Rn dan Ti yang akhirnya dibawa karena masih tercatat sebagai pelajar kelas XI (dua) SMA. Sedangkan yang lain, setelah diberi pengarahan, dilepaskan.
Saat itulah, Rn dan Ti memberontak. Mereka tidak mau dituduh sebagai pasangan mesum. Keduanya juga memprotes karena pasangan lain yang ada di sebelahnya tidak dibawa. Padahal, mereka melakukan perbuatan yang lebih 'hebat'. "Saya tidak berbuat apa-apa, Pak. Yang di samping saya itu tadi kok malah tidak ditangkap?," protes Ren.
Rn berdalih bahwa di sekolahnya sedang tidak ada pelajaran. Sebab, semuanya sedang sibuk mempersiapkan acara dies natalis. "Kalau pas ada pelajaran, kami selalu masuk," dalihnya.
Ti, ceweknya yang sama-sama duduk di bangku kelas XI-IPS, tidak mau kalah. Dia membelot ketika hendak dinaikkan ke atas truk. Bahkan, terus berteriak dan mengatakan para polisi salah tangkap.
Namun, polisi tetap mengangkut mereka. Lalu, mereka melanjutkan razianya ke warung-warung yang terletak di jalan lingkar Selomangleng-Lebak Tumpang. Di sana, polisi menjumpai sejumlah pengunjung.
Salah satu di antaranya diduga pasangan lesbian. Dari dompetnya, ditemukan foto sesama cewek yang sedang berciuman. Mereka dan pengunjung lain diminta menunjukkan kartu identitasnya. Namun, karena tidak ada yang berstatus pelajar, semua dilepaskan.
Adapun Rn dan Ti dibawa ke mapolresta. Mereka diberi pembinaan. Orang tuanya juga dipanggil untuk menjemput. Di hadapan polisi, keduanya mengaku sudah berpacaran sekitar setahun. Malam sebelumnya, mereka sudah janjian lewat SMS untuk berkencan.
Kabag Binamitra Polresta Kediri Kompol Abraham Gurgurem mengatakan, para pelajar kini semakin pintar untuk menyiasati polisi. Mereka tidak menggunakan seragam saat berkeliaran pada jam-jam sekolah. "Sekarang mereka menggunakan pakaian biasa," katanya. (fa/hid)



