Jalur Pacitan-Ponorogo Masih Tersendat
Menurutnya, upaya membuka sumbatan jalan yang tertutup batu tidak mudah. Batu sebesar rumah yang melintang di tengah jalan itu harus dipecahkan perlahan-lahan. Secara teknis, kontur batuan padas dan sangat alot. Sehingga harus dilakukan sedikit demi sedikit.Upaya evakuasi batu raksasa itu sudah dilakukan sejak Minggu (16/5) pukul 22.00 hingga Senin (17/5) dini hari. Namun, dua unit alat berat berupa breaker dan louder yang dikerahkan baru mengevakuasi sepertiganya untuk membuka akses jalan ‘’Tapi masih untuk kendaraan tertentu, seperti pikap, truk kecil dan mini bus. Sedang untuk truk dan bus besar belum bisa,’’ terang Endro.
Penyebab lambatnya proses pembersihan material longsoran itu antara lain kondisi tanah yang labil dan cuaca yang tidak menentu. Apalagi di sekitar lokasi longsor masih terdapat bongkahan batu cukup besar. Selain itu, pada bagian atas bukit juga terlihat rekahan sedalam satu meter. Dikhawatirkan, jika ada aktivitas berlebihan di lokasi itu, bisa menyebabkan longsor susulan.
Kondisi tersebut dibenarkan Kepala UPT Bina Marga Provinsi Jawa Timur di Pacitan Martin Ma’ruf. Menurutnya, turunnya hujan terus menerus, baik dalam intensitas sedang maupun ringan membuat proses pembersihan material longsoran kurang berjalan lancar. Pihaknya menargetkan dalam tiga hari ke depan jalur antarkabupaten itu sudah bersih. ‘’Kita harapkan pembersihan material longsoran tidak memakan waktu lama,’’ jelasnya.
Kemungkinan penambahan peralatan berat untuk mempercepat proses pembersihan, menurut Martin tidak perlu. Sebab, banyaknya peralatan di lokasi yang memang sempit itu hanya akan menghalangi manuver alat-alat berat itu sendiri. Sedangkan mengenai batu besar di atas bukit yang posisinya mengkhawatirkan akan dilakukan evakuasi secara bertahap. ‘’Target kita, siang nanti (kemarin, Red.), bus dan truk sudah bisa lewat,’’ pungkasnya.



