Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Jalur Pacitan-Ponorogo Masih Tersendat

PACITAN – Pasca ngglundung-nya batu besar yang me­nutup jalan di Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari, Pacitan, membuat arus lalu lintas Pacitan- Ponorogo masih tersendat. Meski begitu kendaraan kecil sudah bisa lewat. ‘’Kendaraan sudah bisa lewat tetapi masih menggunakan sistem buka tutup,’’ kata Kapolres Pacitan AKBP Wahyono dikonfirmasi melalui Kapolsek Arjosari AKP Endro Wa­hyudi, Senin (17/5).
Menurutnya, upaya membuka sumbatan jalan yang tertutup batu tidak mudah. Batu sebesar rumah yang melintang di tengah jalan itu harus dipecahkan perlahan-lahan. Secara teknis, kontur batuan padas dan sangat alot. Sehingga harus dilakukan sedikit demi sedikit.Upaya evakuasi batu raksasa itu sudah dilakukan sejak Minggu (16/5) pukul 22.00 hingga Senin (17/5) dini hari. Namun, dua unit alat berat berupa breaker dan louder yang dikerahkan baru mengevakuasi sepertiganya untuk membuka akses jalan ‘’Tapi masih untuk kendaraan tertentu, seperti pikap, truk kecil dan mini bus. Sedang untuk truk dan bus besar belum bisa,’’ terang Endro.
Penyebab lambatnya proses pembersihan material long­soran itu antara lain kondisi tanah yang labil dan cuaca yang tidak menentu. Apalagi di sekitar lokasi longsor ma­sih terdapat bongkahan batu cukup besar. Selain itu, pada bagian atas bukit juga terlihat rekahan sedalam satu meter. Dikhawatirkan, jika ada aktivitas berlebihan di lokasi itu, bisa menyebabkan longsor susulan.
Kondisi tersebut dibenarkan Kepala UPT Bina Marga Provinsi Jawa Timur di Pacitan Martin Ma’ruf. Menurutnya, turunnya hujan terus menerus, baik dalam intensitas sedang maupun ringan membuat proses pembersihan material longsoran kurang berjalan lancar. Pihaknya menargetkan dalam tiga hari ke depan jalur antarkabupaten itu sudah bersih. ‘’Kita harapkan pembersihan material longsoran tidak memakan waktu lama,’’ jelasnya.
Kemungkinan penambahan peralatan berat untuk mem­percepat proses pembersihan, menurut Martin tidak perlu. Sebab, banyaknya peralatan di lokasi yang memang sempit itu hanya akan menghalangi manuver alat-alat berat itu sendiri. Sedangkan mengenai batu besar di atas bukit yang posisinya mengkhawatirkan akan dilakukan evakuasi secara bertahap. ‘’Target kita, siang nanti (kemarin, Red.), bus dan truk sudah bisa lewat,’’ pungkasnya.
Sign up for OKPAY and start accepting payments instantly.
>