Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Diserang Jamur, Gagal Panen

PONOROGO – Ratusan petani di Desa Karang Patihan, Ke­camatan Balong, dipastikan bakal gigit jari. Pasalnya, tanaman padi mereka rusak parah diserang hama aneh. Sehingga dipasti­kan gagal panen. ‘’Sudah banyak yang babat didiganti tanaman lainnya,’’ terang Daud Cahyono, kepala desa (kades) setempat, kemarin (10/3).

Dia mengungkapkan, gejala rusaknya tanaman padi itu mulai muncul saat padi berumur tiga bulan. Atau saat bulir padi mulai muncul. Saat itu, daun padi mendadak mengering dan lama-lama mati sendiri. Hasil pendataan pemerintah desa setempat, luas lahan tanaman padi yang terserang hama sekitar 25 hektare. ‘’Ada yang langsung dibabat tapi ada yang dibiarkan begitu saja,’’ katanya.

Hal senada juga diungkapkan Muh Basir, petani setempat. Dia mengatakan sudah berukangkali mengobati tanamannya. Baik menggunakan pestisida maupun obat tradisional seperti campuran deterjen dan parem. Hanya, upaya tersebut sia-sia. Sebab padi tetap mengering dan akhirnya mati. ‘’Kalau pun masih ada yang hidup ya tidak normal. Baik tumbuh maupun buahnya,’’ jelasnya.

Akibat serangan hama itu, Basir mengaku merugi jutaan rupiah. Biaya tanam, bibit dan perawatan selama tiga bulan untuk satu kotak lahan sekitar Rp 700 ribu. Sedang tanaman padinya men­capai tiga kotak. ‘’Sebagian saya biarkan begitu saja, terserah berapa pun hasilnya nanti,’’ tambahnya.

Masih menurut Basir, pihak desa telah melaporkan kondisi itu ke dinas pertanian. Namun, petugas yang turun juga tidak mampu mengatasi persoalan petani itu. Berbagai jenis pestisida yang disarankan PPL telah dituruti petani namun tak membawa hasil. ‘’Karena berulang kali dicoba tak membawa hasil petugas PPL itu akhirnya juga angkat tangan,’’ pungkasnya.

Sign up for OKPAY and start accepting payments instantly.
>