Terserang Kusta, Terancam Tak Bisa Ujian
Fajar –demikian panggilannya—terpaksa berhenti sekolah. Itu setelah tubuhnya diserang penyakit kusta. Sejak dua bulan silam, ia enggan pergi ke sekolah meski sebentar lagi ujian akhir. ‘’Saya merasa nggak nyaman dan tidak enak sama teman dan guru ketika berada kelas. Sulit untuk konsentrasi karena rasanya tubuh ini gatal, panas dan perih,’’ kata Fajar, kemarin (6/2).
Dari hari ke hari, penyakit kusta itu terus menyebar ke sekujur tubuh Fajar. Ia lebih banyak berdiam di rumah, meski memendam hasrat bermain dengan teman sebayanya. ‘’Kalau sudah terasa gatal dan panas, rasanya sangat tidak nyaman,’’ kata dia.
Sudah satu tahun belakangan ini, Fajar diserang penyakit kusta. Mulai dari jari tangan, bibir dan hidung serta pergelangan tangan hingga punggung, kusta telah memasung keseharian putra sulung dari M. Latif dan Siti Romdiyah.
‘’Jarinya yang membengkak, membuat dia sulit untuk menulis dan mengikuti pelajaran. Apalagi, kalau pas gatal dan rasa panasnya kumat,’’ kata ibu yang ditinggal suaminya merantau ke
Romdiyah mengisahkan, awalnya di tubuh Fajar terdapat bercak dan seperti bersisik. Warnanya putih selayaknya penyakit panu. Ibu paro baya itu lantas membawa putra sulungnya ke Puskesmas Sidorejo.
‘’Setelah itu dapat rujukan ke rumah sakit. Saat saya pergi ke rumah sakit, ternyata suratnya keterangan tidak mampunya belum lengkap sehingga disuruh kembali,’’ terang Romdiyah.
Fajar pun kembali dirawat jalan ke Puskesmas untuk menyembuhkan penyakit kusta yang dideritanya. Namun, meski rutin memeriksakan diri, penyakit itu semakin menjalar di tubuh perjaka kecil tersebut. ‘’Kasihan Fajar, sudah tidak bisa sekolah. Padahal, sebentar lagi ujian,’’ ucap Romdiyah lirih. (rif/isd)

