Pegawai KSP Jambret
DIKELER: Tersangka dimasukkan menuju sel penjara Polsek Kepanjenkidul kemarin.
Sebab, si korban berteriak dan pelaku ditangkap. Kini, si pelaku bernama Indra Mayaputra, 23, asal Bangsri, Nglegok, harus merasakan pengapnya sel penjara.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00, kemarin. Awalnya, si korban diketahui bernama Taurusia, 30, warga Genengan, Sanankulon, hendak menjemput anaknya di Kota Blitar. Saat di Jl Melati, tepatnya depan SMPN 2 Blitar, disalip lelaki yang naik Megapro nopol AG 2132 KJ. Korban pun kaget. Sebab, tas berisi HP merek LG, uang tunai Rp 170 ribu, SIM, dan KTP yang diletakkan di keranjang motor disautnya. Apalagi, lelaki itu kabur dengan laju motor sangat kencang. ”Tiba-tiba, dari arah belakang, kendaraan pelaku mendahului dari samping kanan. Selanjutnya, tangan kiri pelaku meraih tas hitam dan kemudian kabur ke arah timur,” kata Taurusia kepada polisi.
Meskipun pelaku berhasil kabur, beruntung korban masih ingat nopol kendaraan milik pelaku dan tak lupa mencacat nopol tersebut. Korban melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kepanjenkidul untuk ditindaklanjuti. Mendapat laporan, polisi segera mengembangkan penyelidikan. Akhirnya, sekitar pukul 20.00 polisi menangkap pelaku di rumahnya. Kemudian, pelaku beserta barang bukti dimankan di Polsek Kepanjenkidul untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolresta Blitar AKBP AA Marwan melalui Kapolsek Kepanjen Kidul AKP Bambang H saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. ”Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diancam pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana sekitar lima tahun penjara," kata perwira kapolsek.
Sementara itu, di depan petugas Indro Mayaputra mengaku menjambret barang-barang milik korban. Menurut dia, tindakan itu didorong perasaan untuk memiliki setelah mengetahui tas hitam milik korban yang diletakkan di keranjang motor Yamaha Mio. ”Aksi ini, adalah yang kali pertama. Begitu melihat tas itu, timbul keinginan untuk menjambretnya,” paparnya.
Sebenarnya, dirinya berniat mengembalikannya. Sebab, khawatir digebuki warga. Namun rencana diurungkan. “Usai menjambret, saya langsung keliling mengambil uang angsuran para nasabah KSP,” kilahnya. (tri/cam)

