Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia

Yang Tak Sejalan Digeser

Gerbong mutasi di Pemkot Kediri mendadak bergerak. Para pejabat teras yang tidak sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Kediri Samsul Ashar digeser. Di antara mereka ada yang di-staf ahli-kan. “Saya mencari pejabat yang mempunyai visi dan misi sama dengan saya,” tegasnya. Samsul Ashar menyatakan mutasi pejabat dilakukan agar visi dan misi kepemimpinannya memimpin Kota Kediri bisa tercapai. Sehingga dibutuhkan pejabat yang sejalan dengannya. Namun wali kota yang akrab disapa Pak Dokter ini membantah mutasi tersebut dilakukan karena ada unsur like and dislike. “Tidak ada masalah apa-apa dalam mutasi ini,” ujarnya. Yang pasti, kemarin sebanyak 153 pejabat dari eselon II hingga IV digeser. Mereka harus menempati posisi baru. Rinciannya dari eselon II sebanyak 13 pejabat, eselon III ada 43 pejabat, dan 97 pejabat dari eselon IV. Perombakan yang mencolok terjadi pada 13 pejabat eselon II. Seperti Maki Ali yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, dan Energi (disperindagtamben) digeser menjadi staf ahli bidang ekonomi dan keuangan. Sedangkan, jabatan kepala disperindagtambendiisi Muhaimin. Sebelumnya, Muhaimin menjabat sebagai staf ahli bidang pemerintahan. Hal yang sama terjadi pada Bambang Basuki Hanugerah. Sebelumnya Bambang menjadi asisten administrasi pemerintahan. Sejak kemarin dia dimutasi menjadi staf ahli bidang pembangunan Sementara jabatannya sebagai asisten administrasi pemerintahan diisi oleh Suprapto, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset (DPPKA). Untuk jabatan kepala DPPKA kini diemban Agus Wahyudi, yang sebelumnya menjadi  asisten administrasi umum. Untuk jabatan asisten administrasi umum yang ditinggalkan Agus Wahyudi, diisi Adi Wiyono, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Sedangkan, jabatan Kepala BKD diisi Hero Nusanto. Hero sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kota Kediri. Sayang, untuk posisi Hero, belum diisi dalam pelantikan pejabat kemarin. Sedangkan, Haris Candra Purnama yang sebelumnya menjadi kepala Dinas Koperasi dan UKM menjadi Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja. Mutasi Haris sempat merebak jadi rumor terkait penyelidikan Polda Jatim soal dugaan penyelewengan dana UMKM sebesar Rp 825,5 juta untuk  melunasi utang 14 pejabat pemkot. Namun spekulasi ini dibantah Kabag Humas Pemkot Nur Muhyar. Menurut Muhyar mutasi Haris tidak ada hubungannya dengan penyelidikan Polda Jatim. “Ini murni untuk penyegaran,” tegasnya. Sementara untuk jabatan Kadinkop dan UKM diisi Siswanto, yang sebelumnya menjadi Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora). Kemudian, pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pendidikan Edy Purnomo didefinitifkan. (selengkapnya lihat tabel). Ditegaskan Samsul, mutasi tersebut untuk mengisi jabatan-jabatan yang kosong. Dengan adanya mutasi tersebut, jabatan yang selama ini diemban pelaksana tugas (plt) pun didefinitifkan. Misalnya seperti Kepala Dinas Pendidikan Edy Purnomo. “Kan banyak yang kosong. Jadi sekarang sudah diisi,” ungkapnya. Terkait jabatan sekwan (sekretaris dewan) yang kosong, sambung Muhyar, rencananya akan diisi pelaksana tugas (plt). “Nanti akan diisi Pak Triono Kutut (kabag umum sekretariat DPRD),” jelasnya. Kendati banyak pejabat dipindahtugaskan, dalam mutasi kemarin tidak semua pejabat hadir. Maki Ali misalnya, dia mengaku kaget dengan adanya mutasi tersebut. “Saya ada di Bojonegoro untuk menghadiri pameran produk lokal. Jadi tak tahu kalau ada mutasi,” akunya saat dihubungi
>