Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia

Ditangkap, Maling Sepeda Pura-Pura Bisu

LOCERET - Ada-ada saja ulah Sunyoto alias Sukiran, 32, tersangka pencurian sepeda ontel asal Desa Buduran, Kecamatan Bagor. Saat disidik polisi, dia berpura-pura bisu. Petugas pun dibuat geregetan akibatnya. Namun, kedoknya terbongkar setelah dia bertemu dengan salah satu petugas yang mengenalnya. Diungkapkan Kapolsek Loceret AKP Komariyatun, pencurian dilakukan Sunyoto di areal persawahan Desa Mungkung, Kecamatan Loceret, Rabu (16/6) pagi, sekitar pukul 05.30. Saat itu, sepeda ontel warna biru tersebut ditinggal Jumiran, pemiliknya, di tepi jalan. “Saat korban (Jumiran, Red) bekerja di sawah, pelaku (Sunyoto, Red) beraksi,” ujarnya kepada Radar Nganjuk di kantornya, kemarin. Sekitar setengah jam kemudian, pencurian tersebut diketahui Jumiran. Dia kaget ketika mendapati sepedanya raib. Menurut sejumlah petani lain, ada orang yang membawanya pergi ke arah timur. Bersama temannya, Jumiran langsung mengejar. Mereka menemukan Sunyoto sedang mengayuh sepeda tersebut di wilayah Desa Kwagean, Kecamatan Loceret. Tak membuang waktu, Jumiran langsung menyergapnya. Sunyoto pun takberkutik. Dia lantas diserahkan  ke Mapolsek Loceret. Namun, saat disidik, Sunyoto membuat ulah. Dia berpura-pura bisu. “Ah-uh-ah-uh gitu jawabnya,” ujar Kanit Reskrim Aiptu Sutoyo yang ikut memeriksanya. Karena menduga Sunyoto benarbenar bisu, petugas akhirnya memintanya untuk menuliskan identitas di kertas. Kedok Sunyoto terbongkar saat salah satu angggota Buser Polres Nganjuk datang Kebetulan, dia mengenalnya. Sunyoto pun tak bisa lagi menutupi kedoknya. Spontan dia langsung bisa berbicara lagi. Ditemui di mapolsek, Sunyoto mengaku nekat mencuri karena sedang butuh uang. Sebab, dia tidak punya pekerjaan tetap. Rencananya, sepeda tersebut akan dijual. “Uangnya untuk makan,” akunya. Atas perbuatannya, Sunyoto dijerat dengan pasal 363 tentang pencurian.
>