Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Jumat 30
Juli

Tambah Penghasilan, Masih Wacana

TULUNGAGUNG - Janji Presiden SBY memberi tunjangan penghasilan Rp 250 ribu per bulan untuk guru PNS yang belum terima tunjangan profesi, dianggap Diknas Tulungagung masih wacana. Pasalnya, sampai saat ini Diknas belum terima petunjuk juklak. “Kami belum tahu kapan terealisasi,” ungkap Kepala Diknas Tulungagung Winarto melalui staf kepegawaian Diknas Yoyok. kemarin.
Seperti diberitakan, di Jawa Pos beberapa waktu lalu, Presiden SBY di depan guru-guru ketika berada di Makasar, menyatakan, pemerintah bakal memberi tunjangan penghasilan Rp 250 ribu per bulan kepada guru PNS yang belum terima sertifikasi. Tunjangan itu bakal dirapel Januari 2010.
Yoyok menyatakan, kendati masih wacana, tapi Diknas beransumsi jika dana itu benar-benar terwujud, kemungkinan sekitar 5 ribu guru di Tulungagung bakal menerima tunjangan tersebut. Berdasarkan, data yang diterima dari badan kepegawaian Diknas, di Tulungagung masih ada sekitar 5 ribu guru yang belum terima tunjangan sertifikasi. “Dan kalau mengacu statement pak SBY, kemungkinan guru-guru tersebut bakal dapat,” jelasnya.
Dia melanjutkan, namun tentu itu semua masih menunggu aturan main dari pemerintah pusat. Apakah, semua guru-guru tersebut bakal dapat atau hanya guru-guru tertentu saja. “Kami masih
menunggu wacana itu bakal menjadi kenyataan,” katanya.
Sebenarnya, program pemerintah seperti sertifikasi belum habis, jika kemudian ada tambahan penghasilan bagi guru yang belum bersertifikasi, apakah nanti program sertifikasi itu bakal dihapus. “Itu yang sampai kini kami belum tahu,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Diknas Trenggalek Abu Mansyur. Menurut Abu Mansyur, saat ini Diknas Trenggalek belum bisa mengkalkulasi berapa jumlah guru yang bakal menerima tambahan penghasilan tersebut. Sebab, sampai sekarang Diknas belum menerima aturan main, berapa guru yang diajukan untuk mendapat tambahan tersebut. “Kami akan mendata jika ada juklaknya secara pasti,” katanya. Dia menambahkan, Diknas meminta kepada guru-guru sampai terlalu berharap. Karena sampai sekarang hal itu masih sebatas wacana. (and)
>