Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Jumat 30
Juli

Telantarkan Siswi di Bali

Kunjungan ke Udayana, Sakit, Ditinggal di RS
TULUNGAGUNG – SMAN 1 Kauman dituding menelantarkan siswinya saat kunjungan ke Kampus Udayana, Bali. Febri Ratna, siswi kelas 11 IPS 1 sekolah tersebut, ditinggal begitu saja saat sedang sakit demam berdarah. Sedangkan guru dan teman lainnya pulang ke Tulungagung.
Seperti diungkapkan ayah Febri Ratna bernama Suharyanto kemarin. “Masak hanya dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) Sangla, Bali, tok. Setelah itu anak saya ditinggal pulang begitu saja. Tak satupun guru yang menunggui,” keluh Suharyanto.  
Pria yang tinggal di Desa Kroyok, Kecamatan Besuki itu merunut kronologi anaknya ditelantarkan. Bermula pada Kamis (25/2) anaknya ke Denpasar, bersama siswa kelas 11. Sebanyak 132 siswa plus 8 guru naik tiga bus. Tiap siswa membayar Rp 575 ribu
Saat berangkat, tutur Suharyanto, anaknya sehat-sehat saja.
Semula dirinya juga tak khawatir karena sejumlah guru ikut serta.
Pada Sabtu (27/2) malam, mendadak dirinya menerima kabar dari salah satu guru SMAN 1 Kauman melalui telephone seluler. Intinya, memberitahukan anaknya sedang sakit sehingga harus dirawat di RSAU Sangla.
Mendengar kabar tersebut pada Minggu (28/2) dia bergegas ke Bali. “Tapi sebelum saya datang, saya minta ada menunggui Febri,” ujar guru sekolah dasar tersebut.
Bahkan, jika memungkinkan dia meminta agar anak keduanya dinaikan pesawat menuju Bandara Juanda. Nantinya akan dijemput. “Saya bersedia membayar tiket pesawatnya,” tuturnya. Namun permintaan Suharyanto seolah dianggap angin lalu oleh guru SMA yang berada di Desa Kauman, Kecamatan Kauman tersebut. Indikasinya, saat dirinya tiba di RSAU Sangla sekitar pukul 00.00, tak satupun dari pihak sekolah yang menjaga Febri.  “Beruntung tak terjadi apa-apa. Bagaimana jika terjadi hal yang tak diinginkan? Seperti penculikan alias dibawa kabur orang. Terus siapa yang bertanggung jawab?” katanya balik bertanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMAN 1 Kauman Suyatno menolak jika menelantarkan anak didiknya. Versi Suyatno, dari keterangan Febri, ada keluarga yang akan menunggu. Dia beranggapan, keamanan siswinya terjamin.
Sedangkan Ahmad Huri, guru pendamping, menuturkan jika telah menunggui Febri hingga Minggu pukul 00.00. “Dari keterangan keluarga Febri bahwa akan ada temannya yang menunggu,” jelasanya. Nah sekitar pukul 03.00 ada keluarga Febri yang datang. ”Bernama Pak Is dari intel kodam Udayana. Lantas kami meninggalkan rumah sakit dengan alasan sudah ada yang menunggu,” paparnya. (din/her)
>