Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Jumat 30
Juli

Dana Bencana Rp 20 Juta

Dalam seminggu terakhir setidaknya sudah dua kali terjadi tanah longsor. Yaitu pada Jumat (26/2) di Desa Penjor, dan Selasa (2/3) di Desa Pagerwojo. Jika di Penjor, tanah menutupi badan jalan. Sedang di Pagerwojo, tanah merusak tiga rumah warga.
Jika hujan masih turun, tanah longsor mengintai warga di dua kecamatan di Tulungagung. Seperti Sendang dan Pagerwojo, yang berada di pegunungan.
Hal tersebut diungkapkan Kasi Bidang Kesiagaan di Badan Kebangsaan, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbanglinmas) Tulungagung Eko Kenis Yulianto kemarin. “Rumah warga yang berada di bawah tebing rawan tertimpa tanah longsor,” tegasnya.
Camat Pagerwojo Agus Siswantoro mengatakan jika selama musim penghujan kali ini, tanah longsor menimpa sejumlah desa di Pagerwojo. Yaitu Desa Penjor, Panggunggunung, Wonorejo dan Kradinan yang diterjang longsor hingga dua kali. Sedang Desa Gondanggunung, Gambiran, Sidomulyo, serta Pagerwojo, “baru” sekali diterjang longsor.
“Sekitar 200 kepala keluarga kini berada di daerah rawan longsor,” jelasnya.
Dia menghimbau agar masyarakat tak hanya menanami rumput gajah di tebing. Itu karena rawan longsor. “Saatnya ditanami pohon yang akarnya bisa mengikat tanah, seperti pohon durian, cengkih atau trembesi,” ujarnya.   
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Sosial di Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Amir Bakti mengatakan, jika dana untuk bantuan bencana alam sangat minim. Untuk dana lauk dalam setahun hanya disediakan Rp 20 juta. “Kami hanya memberi bantuan untuk rehabilitasi saja,” terangnya.
Seperti halnya kemarin. Warga yang tertimpa longsor di Pagerwojo hanya diberi 1 kwintal beras, dan 10 kardus mi instan. (din/her)
>