Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Jumat 30
Juli

Hujan Tak Merata, Gagal Panen Mengancam

TRENGGALEK - Sejumlah petani di Kecamatan Gandu­sari terancam mengalami gagal panen. Ini setelah tanaman padi mereka di areal persawahan yang mencapai 130 hektare tidak bisa tumbuh normal. Ini disebabkan tidak cukupnya pasokan air un­tuk sawah tadah hujan ini.

Kondisi ini disampaikan Ke­pala Desa (Kades) Gandusari, Kecamatan Gandusari, Suk­adji. Menurut dia, keterlambatan musim penghujan sejak akhir ta­hun lalu sampai kini yang menja­dikan sawah tidak mendapatkan cukup air. Apalagi curah hujan saat ini juga tidak merata.

Akibatnya, padi yang terlanjur ditanam sampai sekarang banyak yang belum berisi. Hanya batang dan daunnya saja yang terlihat menghijau, sedangkan padinya tidak muncul. “Dari total 140 hektar, hanya 130 hektar saja yang kemungkinan bisa dipanen. Itupun hasilnya tidak maksimal, karena suplai air tidak teratur,” ucap Sukadji.

Yateno, 45, salah satu petani mengakui burukya tanaman padi yang ditanamnya. Di usia antara 2-3 bulan, harusnya tanaman padi sudah berbiji. Tapi sampai kemarin, jangankan keluar biji, tanaman padi yang ditanamnya tidak tumbuh rata. Ada yang tumbuh besar, ada juga yang kecil dan pendek. Begitu juga diakui Supri, petani lain, bahwa para petani banyak yang meleset memperkirakan musim penghujan. Karena itu, kini para petani tersebut hanya bisa pasrah. Mereka akan mem­biarkan tanaman padi itu tetap tumbuh, untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Petani juga berharap adanya kompensasi dari pemerintah, atas kerugian dari gagal panen tersebut. Atau juga ada solusi agar area persawahan di Gandusari bisa mendapatkan pengairan, tidak hanya mengan­dalkan air hujan saja.
>