Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Dindik Tidak Bertanggung Jawab

TULUNGAGUNG - Dinas Pendidikan (Dindik) Tulungagung tidak bertanggung jawab atas mahalnya biaya daftar ulang di Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Meski nilainya mencapai jutaan rupiah.
Dindik tidak memiliki kewenangan yang mengatur berbagai biaya yang keluar setelah pendaftaran. Biaya heregistrasi merupakan kesepakatan antara pihak sekolah dengan komite sekolah bersama wali murid.
Hal itu dijelaskan Kepala Bidang Dikmen Dindik Tulungagung Marjadji. Menurut dia, kebijakan pengeloaan RSBI sudah ada dalam buku petunjuk teknis (juknis). Pungutan sebesar apapun adalah hasil kesepakatan sekolah dan wali murid.
“Kalau masih ada keluhan berarti belum ada komunikasi yang pas antara sekolah dengan orang tua,” jelasnya ditemui RaTu di ruang kerjanya pada Selasa (29/6) lalu.
Besar dan kecil biaya daftar ulang itu, lanjut dia, merupakan hasil kesepakatan bersama, sehingga tidak perlu mengeluhkan ke pihak-pihak lain.
“Pasti ada solusi yang bisa menjadi jalan tengah, tinggal membina komunikasi saja,” ujarnya. Ditegaskan dia, belum ada standar yang ditetapkan pemerintah terkait pembiayaan selain pendafataran. Masing-masing sekolah memiliki ke­butuhan dan visi misi yang berbeda-beda, menyebabkan biayanya juga tidak bisa dise­ragamkan.
Sementara Wakil Kepala (Waka) SMKN 3 Boyolangu bernama Tupari menyatakan, proses daftar ulang telah selesai dilakukan. Berbagai kesepakatan dengan orang tua dan komite sekolah tentang masalah biaya sudah kelar. “Biaya daftar ulang murid baru di SMKN 3 berjumlah Rp 2.992.000, dengan rincian untuk bangunan, seragam, daftar ulang, dan SPP,” jelasnya.
Biaya tersebut bisa diangsur. Pertama, saat daftar ulang dan sisanya hingga Agustus men­datang. Selain itu, berbagai ke­mudahan juga diberikan bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Dari pemberian dispensasi dan pemotongan biaya sekolah hingga semuanya gratis. “Tapi akan dilakukan survey untuk menilai hal tersebut,” tegas pria berkacamata ini.
Semua pembiayaan, lanjut dia, tergantung pada upaya trans­paransi yang dilakukan oleh sekolah dan orang tua. Kalau komunikasi sudah terjalin, semua biaya bisa dibicarakan. “Tapi masih juga ada orang tua yang menunggak biaya sekolah anak­nya, padahal secara ekonomi mampu,” ungkapnya. (c1/her)
Sign up for OKPAY and start accepting payments instantly.
>