Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia

Melihat Polisi Merazia Tempat Hiburan dan Hotel di Tulungagung

Tak Langsung Percaya ke Pasangan yang Mengaku Pengantin Baru
0722ratu
SUAMI ISTRI: Polisi memeriksa identitas laki-laki dan perempuan yang menginap di Hotel Srikandi Ngunut.
Pada Senin (19/7) malam, personel Polres Tulungagung merazia sejumlah tempat hiburan dan hotel di Tulungagung. Hasilnya, selain mengamankan minuman keras, juga menjaring tiga pasangan yang diduga mesum. Wartawan koran ini mengikuti razia. Berikut laporannya.

Noormalady U, Tulungagung

Udara malam cukup dingin. Puluhan polisi bersiap untuk melakukan operasi. Setelah apel, sekitar pukul 21.30 mereka berangkat dengan menggunakan truk milik Polres Tulungagung. Komandan Pelton (Danton) yang malam itu adalah, AKP Supriadi dan AKP Supratman. Ratu kemudian mengikuti truk dari belakang dengan naik roda dua.
Setelah berkeliling memantau situasi dalam kota, kendaraan petugas menuju ke arah barat kota. Beberapa menit kemudian berbelok ke tempat hiburan karaoke. Setelah meminta izin kepada manajer karaoke, petugas mulai merazia. Awalnya di gedung de­ngan hiburan live music. Musik diminta berhenti, kemudian petugas meminta agar para pe­ngunjung mengeluarkan tanda pengenal alias KTP. Bagi yang tidak membawa tanda pengenal hanya diberikan peringatan.
Kemudian polisi menuju ruang karaoke. Beberapa petugas menyebar. Dibantu petugas karaoke yang membuka pintu ruang, hamba hukum mulai menelusuri ruangan satu per satu. Beberapa pengunjung yang sedang bernyanyi bersama purel tampak malu-malu. Ada ruang yang terisi dua hingga empat orang.
Sementara itu, dua petugas melakukan pembicaraan di ruang pengelola yang juga dijadikan kasir.
Petugas meminta agar pengelola menunjukkan surat izin menjual minuman keras (miras). Karena tidak bisa ditunjukkan, puluhan botol miras untuk dikeluarkan, lalu disita.
Operasi dilanjutkan. Petugas berbalik arah menuju ke arah timur, tepatnya ke Kecamatan Ngunut. Waktu menunjukkan pukul 22.15, tiba di Pasar Ngunut, kendaraan berbelok ke kanan, dan berhenti di depan Hotel Srikandi. Saat petugas turun, petugas keamanan hotel tampak terburu-buru masuk ke dalam.
Petugas langsung menyebar, dan menggedor pintu beberapa kamar yang diduga ada tamunya. Dari 4 kamar yang terisi, 2 kamar dihuni oleh beberapa sopir truk, dan dua kamar lainnya hanya diisi seorang pria dan kamar di sebelahnya hanya diisi oleh seorang wanita. Namun petugas melihat ada kejanggalan. Sebab di dua kamar itu juga terdapat beberapa barang milik wanita di dalam kamar pria. Begitu juga di kamar wanita, ada celana panjang pria, baju, topi, sebungkus rokok dan dua helm.
Petugas langsung menyebar, dan di lantai tiga hotel, ditemukan dua pria dan seorang wanita. Pria hanya mengenakan selimut. Dua orang tersebut langsung diminta turun. Kedua orangnya langsung menuju kamarnya, di kamar yang hanya ada pria dan wanita tadi.
“Petugas hotel diduga sudah memberitahukan kepada para penghuni agar pasangannya bersembunyi,” tegas Danton Operasi AKP Supriadi.
Kedua pasangan langsung diminta turun ke lantai dasar hotel dengan membawa tanda pengenal. Setelah terjadi tanya jawab, satu pasangan mampu menjawab pertanyaan petugas, misalnya, tanggal dan tahun menikah, alamat suami dan tempat tinggal sekarang, kemudian dikroscek pada tanda pengenal, kesamaan alamat tinggal keduanya. Satu pasangan kasmaran tidak bisa menjawab pertanyan petugas, dan terus terang kalau berstatus masih pacaran.
Petugas menggelandang Toyib dan Sri Wahyuni yang mengaku baru dua hari pulang dari Singapura.
Razia dilanjutkan ke hotel Mulya Jaya. Petugas menggeledah semua kamar yang ada tamunya. Di dua kamar lantai dua, didapatkan dua pasangan yang tidak memiliki identitas. Kemudian langsung digelandang ke kendaraan.
Sementara satu kamar di lantai dasar digedor cukup lama oleh petugas. Selang beberapa lama, seorang pria sambil menge­nakan celana pendek membuka pintu, sementara petugas langsung masuk ke dalam kamar dan mendapati wanita sete­ngah telanjang. Petugas langsung keluar dan menunggu di pintu.
Setelah diminta menunjukkan kartu identitas, pria itu langsung mengatakan kepada petugas bahwa mereka sedang menjalani bulan madu, dan baru melaksanakan pernikahan. Namun petugas tidak mau percaya begitu saja. Petugas meminta nomor telepon orang tua mempelai wanitanya. Setelah melakukan komunikasi, dan menyatakan bahwa memang benar mere­ka pasangan pengantin baru.
Petugas lalu menggelandang dua pasangan tersebut. Sekitar pukul 23.30 petugas kembali ke Polres Tulungagung, dengan membawa puluhan botol minuman, dan 3 pasangan tanpa status nikah. (*)
>