Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia

Features

Muhamad Yusuf yang Ciptakan Sale dari Kulit Pisang

Terenak Pisang Gepok, Diberi Nama Kulit Musa
0611ratu4
KREATIF: Muhammad Yusuf tunjukkan foto sale pisang buatannya yang disimpan di laptop.
Di tangan Muhamad Yusuf, kulit pisang bisa menjadi maka­nan ringan. Yaitu sale yang diberi nama sale kulit musa. Mengapa begitu?

Selengkapnya...

Melongok Siswa TK Dharma Wanita Kedunglurah, Pogalan, yang Ngungsi Belajar ke Balai Desa

Senang karena Ruang Luas, Bisa Bermain Bola
0610ratu1
CERIA: Siswa TK Dharma Wanita saat belajar di Balai Desa Kedunglurah.
Dua bulan terakhir, siswa TK Dharma Wanita di Desa Kedung­lurah, Kecamatan Pogalan, Trenggalek, ngungsi belajar ke balai desa setempat. Penyebabnya, kondisi gedung TK tak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kayu atap lapuk sehingga khawatir bakal roboh.

Selengkapnya...

Berkat Manisan Klungsu, Tiga Siswi MAN 1 Raih Juara IV Porseni Jatim

Rasanya Enak, Sayang Tidak Bisa Tahan Lama
0609ratu4
BERPRESTASI: (dari kiri ke kanan) Merza Zumairy, Puji Maharani dan Ernika Rizar.
Jarang orang mengerti, jika biji polong buah asem yang bernama klungsu, itu bisa diolah menjadi makanan ringan. Buktinya, di ta­ngan tiga siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tulungagung, Merza Zumairy, Ernika Rizar, dan Puji Maharani, biji berwarna cokelat dan berkulit keras itu dapat diolah menjadi sebuah manisan.

Selengkapnya...

Miftahul Huda yang Terpilih sebagai Ketua DPC Partai Hanura Tulungagung

Enggan Jelaskan Dana Politik, Cari Dukungan secara Gerilya
0608ratu4
YANG MUDA YANG DIPERCAYA: Miftahul Huda usai pemilihan Ketua DPC Partai Hanura dua hari lalu
Dunia politik mulai memberi ruang bagi pemuda untuk me­ngambil peran lebih banyak. Seperti Partai Hanura yang kini dipimpin Miftahul Huda. Dia berusia kurang dari 40 tahun.

Selengkapnya...

Suroto, Napi yang Membuat Wayang Karton di Lapas

Titip ke Sipir untuk Beli Bahan Baku di Luar
0607ratu5
TERUS BERKARYA: Suroto dengan wayang karton buatannya yang dijual di lapas.
Kreativitas Suroto tidak terkengkang meski dia menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tulungagung. Pria yang divonis tiga tahun penjara itu membuat wayang berbahan karton.

Selengkapnya...

>