Petenis Unggulan Tak Terbendung
DIPERIKSA DOKTER: Ega Uneputty tak bisa melanjutkan pertandingan di set kedua karena kram perut.
Mereka termasuk empat pemain Tim Piala Davis Indonesia yakni, Christoper Rungkat, Sunu Wahyu Trijati, David Agung, dan Nesa Arta. keempatnya mampu mengandaskan lawannya dengan dua set kemenangan langsung, di lapangan Pendapa Tulungagung.
Selain mereka berempat, Enrico Satria (peringkat 6 nasional) juga bermain sempurna, meski harus menahan laju pukulan keras dan ketenangan yang ditunjukkan pemain Kalimantan Timur Gusti Kusumajaya. Meski menang, namun dari skor terlihat bahwa pemain asal pulau Borneo itu cukup memeberikan perlawanan. Meski akhirnya kandas dengan skor 6-2 dan 6-3.
Meskipun seorang diantaranya, yakni peringkat dua nasional Sunu WT, saat menghadapi Ega Uneputty harus menang WO, sebab pertandingan harus dihentikan pada set kedua game ke empat, karena keram perut yang diderita pemain asal DKI itu.
“Tidak bisa dilanjutkan, selain merasa sesak napas, juga fisik yang kelelahan.
Jadi saya harus menghentikan pertandingan ini,” jelas dokter pertandingan.
Aksi Bonit Wiryawan juga tak kalah ciamik. Pemain yang digadang-gadang menjadi kapten tim Piala Davis 2011 Indonesia itu mengandaskan Panji Bana, pemain muda asal Kalimantan Tengah, dua set langsung. Padahal Bonit Wiryawan menderita cedera mata kaki.
“Saya ingin ikut menambah semangat bertanding para petenis muda, agar selalu termotivasi untuk terus mengasah kemampuan dalam turnamen,” tegasnya saat ditemui usai pertandingan.
Sementara itu, delapan petenis yang lolos dari babak kualifikasi kelas single prestasi adalah, Arynkgo Mesakh, Ganang Suryaatmaja, Mario Aji, Suwanto, Wisnu Adi Nugroho, Bangun Hartato, Budi Darmawan, dan Bonit Wiryawan.
Sementara itu, di lapangan merdeka Rejotangan Tulungagung juga berlangsung beberapa pertandingan kualifikasi babak utama. Dan dilanjutkan dengan kelas double prestasi.
Sedang hari ini Christoper Rungkat bakal menghadapi Hendri Susilo (keduanya dari DKI) di lapangan pendapa. Bonit W bakal diuji oleh Agung Bagus. (c1/her)



