PPP Segera Keluarkan Rekom
Menurut Ansori, pihaknya yakin DPP dan DPW bakal menjatuhkan rekomendasi ke Bacabup Mulyadi, karena berdasar hasil survey yang dibacakan di rapat pimpinan (rapim) PPP ternyata dari tiga nama yang diajukan, nama Bacabup Mulyadi memperoleh suara paling tinggi sekitar 70 persen.
“Ini menunjukkan Mulyadi mempunyai elektabilitas yang cukup besar,” ujarnya.
Kendati demikian, lanjut Ansori, dari hasil survey tersebut tidak bisa serta merta diputuskan, tapi tergantung DPW dan DPP. “Semuanya mekanisme atau aturan main tetap dijalankan, namun biasanya rekom tersebut sangat memperhatikan hasil dari tim survey, jika paling banyak ke Mulyadi, jatuhnya kemungkinan ke Mulyadi,” katanya.
Kenapa begitu? Sebab, menurut Ansori, PPP tidak ingin calon yang diusung gagal dalam pilbup 2 Juni mendatang. Untuk menghindari itu, DPP dan DPW memperhatikan suara masyarakat. Dan perlu diketahui, survey yang dilakukan oleh tim desk pilkada Jatim dan Kabupaten Trenggalek tidak diambil kader tapi langsung ke masyarakat umum.
Mengenai kapan rekom tersebut, Ansori menambahkan, kemungkinan dalam waktu dekat. “Rekom itu turun untuk mengusung, jadi PPP tidak mendukung tapi mengusung, tentu akan berkoalisi dengan parpol lain,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Haris Yahdiman. Menurut ketua tim desk pilkada Trenggalek ini, meski sampai sekarang belum ada rekom, tapi kemungkinan besar rekom tersebut jatuh ke Mulyadi. Ini melihat dari hasil survey, nama Mulyadi tertinggi dibanding dua nama lainnya. Yakni Kholiq dan Haris Yahdiman. (and)



