Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Jumat 30
Juli

Masih Dianggarkan Rp 7,5 M

TRENGGALEK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek tidak perlu kha­watir terkait dana Pilbup. Dipastikan Pem­kab Trenggalek  akan meng­ang­gar­kan dana sesuai dengan permintaan lem­ba­ga penyelenggara pemilu. Hal it di­ung­kap­kan Kabag Humas Pem­kab Trenggalek Joko Se­tyo­no.
Menurut Joko, meski sam­pai saat ini KPU Trenggalek be­lum mengajukan ran­cang­an anggaran untuk pilbup, ta­p­i pemerintah daerah telah mem­punyai cadangan dana se­be­sar Rp 7,5 miliar. Dana ter­se­but berasal dari sisa ang­gar­an tahun 2007, 2008 dan 2009 ini. “Da­na ini memang digunakan untuk ang­gar­an pilbup,” ungkapnya.
Joko menyatakan, dengan memiliki da­na cadangan sebesar Rp 7,5 miliar ter­se­but, berarti beban Pemkab Trenggalek pa­da pilbup yang dilaksanakan pada Agus­tus 2010 tidak terlalu berat. Ber­da­sar perhitungan kasar, kemungkinan pa­da pilbup mendatang akan menelan se­ki­tar Rp 13 miliar untuk sekali putaran. “Da­na ini bisa membengkak ketika ada pu­taran kedua, tapi itu se­mua masih perhitungan ka­sar, me­nung­gu perhitungan da­ri KPU Treng­galek,” ujar­nya.
Sebenarnya, yang paling pa­ham berapa anggaran un­tuk pilbup mendatang ada­lah KPU. Sebab, lembaga ter­se­but yang bakal melak­sa­na­kan pesta demokrasi. Sehingga me­reka tahu apa saja ke­bu­tuh­an untuk pil­bup mendatang. “Karena itu ka­mi minta pa­da Oktober ini, KPU Treng­­galek sudah me­nyetorkan ran­cang­an anggaran pil­bup.
Semakin cepat me­ny­e­tor maka tim anggaran eksekutif segera mengambil sikap dalam memenuhi kebutuhan pilbup,” katanya.
Joko melanjutkan, pada prinsipnya Pemkab Trenggalek, siap memberikan berapapundana yang diminta KPU selama permintaan KPU tersebut masih realistis. “Kami sangat paham dan tahu bahwa dana yang bakal tersedot di pilbup sangat besar, selain untuk sosialisasi juga kebutuhan yang lain,” ujarnya.
Ketika ditanya kapan eksekutif melakukan pembahasan RAPBD 2010? Joko menyatakan, saat ini eksekutif masih menunggu alat kelengkapan dewan. Karena, sebelum kelengkapan tersebut dibentuk, tidak mungkin RAPBD 2010 dibahas. “Kami sangat berharap legislative segara membentuk alat kelengkapan, semakin cepat , maka RAPBD 2010 segera dibahas,” katanya.
Joko melanjutkan, kendati saat ini kelengkapan dewan belum dibentuk, tapi eksekutif sudah mulai melakukan pra rancangan APBD 2010. Pra rancangan ini dibahas di masing-masing SKPD. “Jadi sekarang ini dinas-dinas mulai membuat rancangan kebutuhan anggaran di dinas masing-masing,” ujarnya.
Seperti diberitakan, pilbup  diperediksi Agustus 2010. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek mulai menghitung berapa dana yang diperlukan untuk hajatan demokrasi ini. Kendati demikian, sampai saat ini lembaga penyelenggara pemilihan umum belum bisa memprediksi berapa anggaran yang dibutuhkan untuk mendanai pilbup mendatang. Berdasar inventaris awal KPU kebutuhan dana itu untuk surat suara, honor PPK, PPS dan KPPS, pendataan pemilih dan beberapa kebutuhan lain.  (and)
>