Guru Ngaji Terima Honor Rp 489 Juta
Menurut Joko, dana ini berasal dari APBD 2009 yang diberikan setiap setahun sekali. Pemberian dana insentif tersebut melihat dari jumlah santri di TPQ/TPA. Berdasar data yang diterima, jumlah TPQ/TPA sebanyak 1.290 lembaga. Masing-masing lembaga dana insentif untuk guru ngaji besarnya tidak sama. Seperti terlihat di Kecamatan Bendungan, jumlah TPQ ada 56 lembaga, untuk santrinya 2.333 santri. Insentif yang diberikan ke guru ngaji sekitar Rp 14 juta. “Jumlah ini berbeda dengan Kecamatan Trenggalek, yang menerima Rp 39 juta dengan 6.240 santri,” jelasnya.
Ketika ditanya berapa jumlah guru ngaji yang mendapat insentif? Joko mengaku, hingga kini pihaknya belum menerima data tersebut. “Kami belum tahu pasti tapi yang jelas semua kebagian insentif ini,” katanya.
Joko melanjutkan, tujuan pemberian insentif ini selain program tahunan dari Pemkab Trenggalek, juga wujud atau ucapan terima kasih kepada ustad yang mau meluangkan waktu untuk mempertebal iman generasi muda. “Mungkin tanpa mereka, generasi muda di Trenggalek kurang mengerti pentingnya iman dan takwa,” ujarnya.
Dia menambahkan, pemberian insentif ini tidak hanya berhenti pada tahun kemarin, tapi pihaknya berusaha untuk menganggarkan dana tersebut tahun 2010. “Mudah-mudahan untuk 2010 bantuan intensif terhadap guru TPA ini dapat ditingkatkan nilainya,” katanya. (and)

