Tetap Semangat Meski Kepanasan
TINGKATKAN KEIMANAN: Murid SDI Al Badar saat thawaf mengelilingi miniature ka’bah di halaman sekolah, kemarin.
Manasik haji ini dilaksanakan di dua tempat. Di halaman luar stadion Rejoagung, dan halaman SDI Al Badar. Agar terlihat khusyuk lokasi tersebut ditata menyerupai urutan haji mulai dari wukuf di Arafah sampai thawaf di Ka’bah.’
Tepat pukul 07.00 seluruh peserta dengan pakaian ikhram bergerak dari barat GOR Rejoagung yang digambarkan sebagai padang Arafah menuju Muzdalifah. Lantas dari Tugu pancasila sebagai gambaran Muzdalifah bergerak menuju lapangan basket Rejoagung yang digambarkan sebagai Mina untuk melempar jumrah. Di lokasi ini beberapa siswa mengambil kerikil untuk dilemparkan ke tugu Ula, Wustho dan Aqobah. Ketiga tugu itu sebagai gambaran setan yang harus dihancurkan.
Selama menjalani ritual manasik haji, murid-murid LPI Al Badar melantunkan doa haji serta terus menerus dan melafalkan asma Allah SWT. Saat mengikuti manasik haji, beberapa siswa mulai mengeluh kepanasan. Maklum, saat itu terik matahari begitu menyengat. Melihat hal tersebut Ustad – ustadzah berusaha menenangkan santri-santrinya.
Para santri lantas diberi penjelasan panas yang dirasakan sekarang belum seberapa dibandingkan dengan panasnya neraka. Panasnya matahari jangan sampai menghalangi masuk surga. Mendengar penjelasan tersebut anak – anak itupun kembali terlecut semangatnya segera menyelesaikan prosesi manasik haji.
Dijelaskan Ardi Sihabuddin S.Th.I, kepala SDI Al Badar, kegiatan manasik haji ini merupakan program rutin di LPI Al Badar. Kegiatan tersebut merupakan aplikasi dari visi LPI Al Badar yaitu mendidik generasi penerus yang berjiwa Islami, unggul prestasi, cerdas dan mandiri. “Maksud dari kegiatan ini ialah menanamkan nilai-nilai agama sejak dini serta mengembangkan sikap iman dan taqwa kepada Allah SWT,” ucap Ardi. (yan/and)



