Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Dana APE Cekak, Guru PAUD Harus Kreatif

TULUNGAGUNG - Sebagian besar lem­baga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) harus lebih kreatif dalam men­da­pa­t­kan Alat Peraga Edukatif (APE).  Pa­sal­nya, tahun ini dana APBD 2009 ha­nya menganggarkan Rp 15 juta untuk tu­juh PAUD. Padahal, sebanyak 279 PAUD belum banyak yang mempunyai APE sesuai standar pendidikan.
Minimnya anggaran untuk APE mem­bu­at, guru-guru PAUD dalam mem­be­ri­kan edukatif kepada anak-anak kurang mak­si­mal. “Bagaimana mau maksimal, ji­ka sarana dan prasana kurang, ketika ingin menunjukkan siswa tentang alat-alat, tapi karena tidak ada, terpaksa guru-gu­ru mengalihkan ke yang lain,” ungkap Ka­si PAUD Diknas Tulungagung Puji Har­tutik.
Menurut Puji Hartutik, dana sebesar Rp 15 juta tersebut tidak hanya digunakan APE, tapi dipakai untuk membeli alat tu­lis kantor (ATK). Sehingga dipastikan da­na Rp 15 juta yang dibagikan ke tujuh lem­baga tersebut tidak akan terserap beli per­mainan untuk anak-anak.
Ketika ditanya kenapa dana APE tu­run? Puji menyatakan, pihaknya tidak ta­hu secara pasti. Namun, berdasar in­for­ma­si yang diterima, dana APBD tahun ini lebih digunakan hal-hal yang lebih pen­ting. “Katanya ada kepentingan yang le­bih mendesak, ketimbang APE,” ujar­nya.
Dia melanjutkan, jika dibanding tahun la­lu, dana tersebut jauh lebih besar. “Ku­rang lebih sekitar Rp 50 juta, sehingga PAUD bisa memaksimalkan proses be­la­jar dan bermain anak di­diknya,” ka­ta­nya.
Puji menyatakan, seharusnya PAUD ti­dak boleh dianak tirikan. Sebab, ketika anak mendapatkan pembelajaran secara maksimal sejak dini, dipastikan kelak saat mereka tumbuh dewasa, mereka bisa terarah. “Justru dengan PAUD, bakat dan minat bisa diketahui, dengan begitu orangtua tinggal memfasilitas kemauan anak tersebut,” ujarnya.
Namun, jika PAUD dianak tirikan, ti­dak menutup kemungkinan, bakat dan mi­nat anak tersebut tidak diketahui. Apa­bila kondisi tersebut dibiarkan, ke­mung­kin­an besar anak terlambat dalam me­nge­ta­hui minat dan bakatnya. “Karena itu, pihaknya berharap pemkab tidak me­nge­cil­kan PAUD,” katanya. (and)
Sign up for OKPAY and start accepting payments instantly.
>