Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Benahi Irigasi dan Sungai Bandung

0320pendidikan2
GOTONG ROYONG: Beberapa warga membuka kembali irigasi yang tertimbun longsor. Warga sedang mencangkul tanah longsor yang menutup irigasi dan Sungai Bandung.
TULUNGAGUNG – Kinerja Dinas Pekerjaan Umum Pengai­ran Energi Sumberdaya Mineral (PUPESDM), Tulungagung, pat­ut diacungi jempol. Betapa tidak, demi menyelamatkan lahan per­tanian, lembaga itu segera me­maksimalkan pembangunan di sektor irigasi. Seperti dilakukan kemarin. Bersama warga Desa Penjor dan Segawe Pagerwojo, pegawai PUPESDM dan ma­syarakat bergotong royong mem­benahi aliran sungai Bandung.
Kenapa di Sungai Bandung? Pasalnya, beberapa waktu lalu, sungai yang melintas di Desa Penjor dan Segawe itu rusak tertimbun tanah longsor. “Ke­beradaan sungai Bandung ini sangat dibutuhkan warga ma­syarakat, air sungai Bandung mampu mengairi sekitar 514 hektare areal persawahan milik warga di Kecamatan Pagerwojo dan Kauman,” ucap Kasdi, se­laku ketua Hipa Ngudi Mak­mur Desa Segawe, Kecamatan Pagerwojo.
Pria berusia 65 tahun ini men­gaku, sungai Bandung yang memiliki panjang sekitar 6.700 meter ini sangat memberikan manfaat bagi warga sekitar. Ke­butuhan air di Desa Penjor dan Segawe Kecamatan Pagerwojo serta tiga desa di Kecamatan Kauman, mulai Karanganom, Pucangan dan Kates dipasok dari sungai Bandung. “Sejak sungai ini dirintis tahun 1992 lalu, sungai ini mampu memenuhi kebutuhan air sekitar 10 ribu KK. Yakni, mulai untuk irigasi per­sawahan, minum ternak, bahkan beberapa warga juga menggu­nakan air sungai Bandung untuk minum,” paparnya.
Kasdi melanjutkan, akibat ter­timbun tanah longsor beberapa waktu lalu, sejumlah warga di lima Desa tidak dapat menikmati air sungai. “Musibah ini, mengakibat­kan kami kesulitan mendapatkan air untuk ternak. Bahkan, sekitar 514 hektare sawah terancam kekurangan air,” ungkapnya.
Namun, datangnya musibah itu bukan membuat warga sekitar aliran sungai Bandung patah arang. Bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Energi Sumber Daya Mineral ( PUPESDM) mereka bergotong royong untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. “Upaya yang kami lakukan, tampaknya sedikit mengalami kendala. Karena, ada upaya penolakan dari pihak Perhutani. Salah satu lokasi aliran sungai yang men­galami longsor berada di wilayah perhutani,” katanya.
Sementara itu, Kepala PUPES­DM Tulungagung, Zaenal Arifin menyatakan, menanggapi perma­salahan itu pihaknya beberapa kali melakukan pembenahan saluran irigasi sungai Bandung. “Pembangunan irigasi yang kami lakukan bebebrapa waktu lalu, sebenarnya cukup memberikan manfaat bagi warga sekitar. Na­mun, akibat tertimbun longsor aliran menjadi buntu,” katanya.
Meski demikian, Zaenal Arifin berjanji, pihaknya selalu beru­paya memaksimalkan pelayanan kepada warga masyarakat.“ Kami terus berupaya, agar aliran sun­gai itu dapat mengalir kembali. Mengingat, aliran sungai itu sangat dibutuhkan warga sekitar. Kami khawatir, warga tidak dapat me­nikmati hasil panen, karena areal persawahannya kurang mendapat air,” imbuhnya.
Sign up for OKPAY and start accepting payments instantly.
>