Benahi Irigasi dan Sungai Bandung
GOTONG ROYONG: Beberapa warga membuka kembali irigasi yang tertimbun longsor. Warga sedang mencangkul tanah longsor yang menutup irigasi dan Sungai Bandung.
Kenapa di Sungai Bandung? Pasalnya, beberapa waktu lalu, sungai yang melintas di Desa Penjor dan Segawe itu rusak tertimbun tanah longsor. “Keberadaan sungai Bandung ini sangat dibutuhkan warga masyarakat, air sungai Bandung mampu mengairi sekitar 514 hektare areal persawahan milik warga di Kecamatan Pagerwojo dan Kauman,” ucap Kasdi, selaku ketua Hipa Ngudi Makmur Desa Segawe, Kecamatan Pagerwojo.
Pria berusia 65 tahun ini mengaku, sungai Bandung yang memiliki panjang sekitar 6.700 meter ini sangat memberikan manfaat bagi warga sekitar. Kebutuhan air di Desa Penjor dan Segawe Kecamatan Pagerwojo serta tiga desa di Kecamatan Kauman, mulai Karanganom, Pucangan dan Kates dipasok dari sungai Bandung. “Sejak sungai ini dirintis tahun 1992 lalu, sungai ini mampu memenuhi kebutuhan air sekitar 10 ribu KK. Yakni, mulai untuk irigasi persawahan, minum ternak, bahkan beberapa warga juga menggunakan air sungai Bandung untuk minum,” paparnya.
Kasdi melanjutkan, akibat tertimbun tanah longsor beberapa waktu lalu, sejumlah warga di lima Desa tidak dapat menikmati air sungai. “Musibah ini, mengakibatkan kami kesulitan mendapatkan air untuk ternak. Bahkan, sekitar 514 hektare sawah terancam kekurangan air,” ungkapnya.
Namun, datangnya musibah itu bukan membuat warga sekitar aliran sungai Bandung patah arang. Bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Energi Sumber Daya Mineral ( PUPESDM) mereka bergotong royong untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. “Upaya yang kami lakukan, tampaknya sedikit mengalami kendala. Karena, ada upaya penolakan dari pihak Perhutani. Salah satu lokasi aliran sungai yang mengalami longsor berada di wilayah perhutani,” katanya.
Sementara itu, Kepala PUPESDM Tulungagung, Zaenal Arifin menyatakan, menanggapi permasalahan itu pihaknya beberapa kali melakukan pembenahan saluran irigasi sungai Bandung. “Pembangunan irigasi yang kami lakukan bebebrapa waktu lalu, sebenarnya cukup memberikan manfaat bagi warga sekitar. Namun, akibat tertimbun longsor aliran menjadi buntu,” katanya.
Meski demikian, Zaenal Arifin berjanji, pihaknya selalu berupaya memaksimalkan pelayanan kepada warga masyarakat.“ Kami terus berupaya, agar aliran sungai itu dapat mengalir kembali. Mengingat, aliran sungai itu sangat dibutuhkan warga sekitar. Kami khawatir, warga tidak dapat menikmati hasil panen, karena areal persawahannya kurang mendapat air,” imbuhnya.



