Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PAUD Tak Dapat Insentif dari APBD

TULUNGAGUNG -Keinginan guru-guru PAUD se-Tu­lung­agung mendapat insentif dari APBD 2010 harus dikubur dalam-da­lam. Pasalnya, Diknas Tulungagung memastikan dana sebesar Rp 180 juta dari APBD tidak untuk insentif guru, tapi digunakan pem­be­lian APE dan peningkatan mutu guru PAUD. “Peningkatan mu­tu di sini diwujudkan seperti pelatihan atau workshop bagi me­re­ka,” ungkap Bambang Triono, kabid Pendidikan Nonformal In­for­mal (PNFI) Diknas Tulungagung.
Menurut Bambang, alasan diknas tidak memberikan insentif bagi gu­ru-guru PAUD, karena tidak ada di dalam aturan atau undang-un­dang. Sehingga pihaknya tidak mungkin menyisihkan dana Rp 180 juta itu untuk insentif.
“Kami tidak berani, ketimbang nanti ada persoalan hukum di kemudian hari lebih baik tidak kami beri,” ujar­nya.
Bambang melanjutkan, sebenarnya keinginan guru-guru PAUD se-Tulungagung minta insentif itu sangat wajar, karena mereka telah memberikan ilmu kepada anak-anak. Namun, setelah Diknas mencari aturan main yang menyatakan pemberian insentif untuk guru PAUD tidak ada, diknas mengurungkan niatnya.
Kendati demikian, Bambang menyatakan, pihaknya tetap ber­usa­ha untuk membantu mewujudkan keinginan tersebut. “Tapi ti­dak sekarang, kami harap guru-guru PAUD sabar dan menyadari hal tersebut, kami di sini tak tinggal diam, tapi tetap memperjuangkan agar teman-teman guru PAUD mendapatkan apa yang diinginkannya,” katanya. Seperti diketahui, himpunan PAUD (Himpaudi) se-Tulungagung men­desak dewan untuk mengolkan dana  sebesar Rp 180 juta un­tuk PAUD. Tampaknya desakan tersebut disetujui, tapi sayang da­na itu tidak dipakai insentif guru, melainkan untuk APE dan pe­ningkatan mutu guru. (and)
Sign up for OKPAY and start accepting payments instantly.
>