Masih Ada yang Rugi
Slamet
Menurut Kasi Intel Kejari Tulungagung, Slamet, dari 11 sekolah tersebut ada satu sampai dua kantin sekolah yang malah rugi. Ini dikarenakan, siswa-siswinya belum sepenuhnya jujur dalam membeli makanan atau minuman di kantin tersebut. “Pemilik kantin bilang ke kami, kantinya tidak menerapkan kantin kejujuran karena malah rugi,” ungkap Slamet menirukan salah satu pemilik kantin sekolah.
Ketika ditanya kantin mana saja? Slamet tidak mau menyebutkan. “Ndak perlu disebutkan kasihan nanti sekolahnya, tapi yang penting ini merupakan evaluasi dari kejaksaan dan pihak sekolah,” ujarnya.
Evaluasi yang dilakukan Kejari Tulungagung, bertepatan dengan hari antikorupsi se-Dunia. Meski ada beberapa sekolah yang belum maksimal dalam menerapkan kantin kejujuran, tapi Slamet memastikan kantin kejujuran di sekolah ini terus berlanjut. Alasannya, dengan kantin kejujuran tersebut, melatih siswa-siswi dan guru untuk jujur. “Korupsi bisa dihentikan, jika dimulai dari kejujuran diri sendiri,” katanya.
Seperti diketahui, pada Desember tahun lalu Kejari Tulungagung bersama Diknas khususnya 11 sekolah di Tulungagung sepakat melaksanakan kantin kejujuran. Sekolah tersebut diantaranya, SDN Kampungdalem 1, MAN 2 Tulungagung, SMPN 1 Tulungagung, SMAN 1 Boyolangu, SMKN 1, SMAN 1 Kedungwaru, SMPN 2 Tulungagung, SMPN 3 Tulungagung, dan SMA Katolik. (and)



