Peringati Pahlawan, Lomba Seragam Tertib
MTsN TUNGGANGRI FOR RATU FASHION SHOW: Siswa-siswi MTsN Tunggangri memakai seragam berjalan di atas cat walk.
Acara yang dilaksanakan di halaman sekolah yang mencanangkan program clean and green menyedot perhatian seluruh civitas akademika MTsN Tunggangri. Hampir 1.200 siswa memadati halaman sekolah yang luas dan bersih tersebut.
Tak jarang, suara tepuk tangan dari siswa-siswi terdengar di halaman sekolah. Mereka adalah supporter dari wakil kelas masing-masing.
Kendati kegiatan ini sebagai memperingati hari pahlawan dan sumpah pemuda tapi peserta yang terdiri dari siswa-siswi MTsN sangat antusias. Tak jarang dari peserta tampil cukup heroik dan lucu bahkan ada yang grogi.
Menurut A Thoriqus anggota OSIS MTsN Tunggangri, untuk peserta fashion seragam tertib diikuti 54 peserta, sedangkan cipta dan baca pusi 27 siswa yang merupakan delegasi dari 27 kelas. Untuk cipta dan baca puisi tema ditentukan panitia yakni Pemuda mandiri, Indonesia maju dan bersatu.
Hal senada juga diungkapkan Vivit salah satu anggota OSIS. Vivit menyatakan, alasan mengambil tema fashion seragam tertib, sesuai dengan visi-misi MTsN Tunggangri. Penilian fashion seragam tertib mulai dari ukuran, bentuk, kelengkapan, dan cara berpakaian. Dalam lomba cipta dan baca puisi kali pertama dibuka oleh Burhanudin mewakili Kepala Mts.N Tunggangri, dilanjutkan lomba dengan koordinator juri Sastra Eko PH dan Ketertiban dan kepribadian Marfu’ah yang beranggotakan Curunin dan M Yasin. Dalam acara tersebut juga ada perpisahan guru PPL STAIN yang diketuai Ali Hamdan.
Waka Kesiswaan MTsN Tunggangri Masrur Hanafi menambahkan, latar belakang MTsN mencanangkan seremonial setiap Peringatan Hari Besar Nasional, tak lepas keinginan siswa. Sebagai generasi muda, mereka merupakan penopang isi Kemerdekaan, mereka juga tak mau menjadi ekor sejarah, yang gagal menunaikan peran historisnya. Selain itu melatih untuk mengekplorasi ketajaman fikiran dan baca Minded. “Kami berusaha menggali ide serta gagasan cemerlang dari mereka agar tak mandul, ini bertujuan menyikapi kecenderungan umum siswa yang kurang peduli persoalan lingkungan sosialnya dan jasa Pahlawannya,” kata Masrur Hanafi. Diakhir acara, seluruh guru dan siswa berdiri sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. (and)



