Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Ayah Cari Makan Burung, Anak Tewas Tenggelam

TULUNGAGUNG – Nahas menimpa Muhammad Fadli Rizki, 7, pada Minggu (29/8). Bocah yang masih duduk di bangku kelas 1 SD bernama itu tewas tenggelam saat mandi di sungai tak jauh dari rumahnya di Desa Nglampir, Kecamatan Bandung. Dia tidak bisa berenang saat mandi di sungai berkedalaman satu meter itu.
Seperti diungkapkan Kapolres Tulungagung AKBP Heri Wahono melalui Kapolsek Bandung AKP. “Dia mandi di sungai bersama temannya bernama Va­lentino, yang berumur lebih tua dua tahun,” kata AKP Sukirman.
Dilanjutkan perwira polisi itu, tidak ada bukti kekerasan di tubuh M Fadli Rizki.
Besar dugaan dia kebanyakan kemasukan air .
“Sedang yang kali pertama menemukan bapaknya sendiri,” jelasnya.
Kejadian berawal ketika bapak korban bernama Muhadi, 40, sekitar pukul 12.00 mengajak M Fadli Rizki yang sedang bermain dengan Va­lentino, 9, ke pinggir sungai untuk mencari makanan burung.
Nah, saat Muhadi sedang asyik mencari makan burung, dia tidak memperhatikan kedua anak tersebut.
“Muhadi asyik cari makanan burung, kedua anak itu lalu membuka baju dan mandi, di su­ngai Desa Nglampir, sedalam satu meter lebih. Korban menurut beberapa warga memang sering mandi di tempat tersebut bersama temannya meskipun tidak bisa berenang,” terangnya.
Menurutnya, Valentino yang sedang berenang melihat korban panik dan mulai tenggelam. Valentino pun berterik dan memanggil Muhadi yang sudah agak jauh dari lokasi dua anak tersebut mandi.
Sekitar 20 menit kemudian Muhadi mendengar dan langsung berlari ke arah sungai. “Dia langsung terjun mencari tubuh korban yang sudah tenggelam, dan kemudian membawanya ke pinggir sungai. Namun korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” ujarnya.
Lalu, warga setempat melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bandung. Dari hasil visum, tubuh korban kebiru-biruan, dan dari lubang tubuhnya mengeluarkan cairan. “Yang jelas tidak ada bukti kekerasan, di tubuhnya tidak ada luka sama sekali. Juga ada dua saksi kalau korban tenggelam,” ungkap perwira tiga balok di pundak ini. (c1/her)
Sign up for OKPAY and start accepting payments instantly.
>