Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Jumat 30
Juli

Temukan Fosil Manusia Purba

0302ratu4
Yanu aribowo/ratu
BERSEJARAH: Deretan tulang membatu yang ditemukan di Dukuh Mbolu beberapa waktu lalu.
TULUNGAGUNG – Lagi, fosil dari zaman batu tengah (Mesolithikum) ditemukan di Dukuh Mbolu, Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung. Sebelumnya, yang diangkat berupa fosil cangkang hewan laut. Kini fosil tulang-tulang manusia purba, alat berburu berupa pebble (kapak genggam), dan fosil kayu. Semuanya dari masa sekitar 20 ribu tahun sebelum masehi (SM).
Yang mengangkat fosil tersebut adalah tim ekspedisi Kajian Sejarah Sosial dan Budaya (KS2B) Tulungagung dan KIR MAN Tulungagung 1. Penelusuran kembali dilakukan pada Kamis (25/2) lalu sekitar pukul 10.00 hingga 14.00 di perbukitan.
Seperti diungkap Trijono SS, ketua tim KS2B. “Penelusuran tidak lagi difokuskan di daerah aliran sungai seperti sebelumnya. Tim memilih perbukitan. Tujuannya untuk mengetahui keberadaan tempat tinggal manusia purba,” katanya.
Hasilnya sungguh menggejutkan. Tim berhasil menemukan fosil tulang-tulang manusia purba, alat berburu berupa pebble (kapak genggam), dan fosil kayu. Ini merupakan bagian dari peradaban abris sous roche. “Sekarang ini yang belum diketahui adalah tempat tinggal manusi purba yang berupa ceruk-ceruk gua,” jelasnya.
Pria 39 tahun ini menambahkan, selain pebble, peralatan berburu yang biasa ditemukan pada zaman batu tengah, pihaknya juga menemukan flake (serpih tulang) dan kapak Sumatra. “Di Jawa, kapak Sumatra sangat sulit ditemukan,” ungkap Trijono.
Trijono menjelaskan kehidupan manusia purba pada zaman Mesolithikum sudah mulai menetap. Mereka tidak lagi nomaden dan pembagian kerja yang jelas antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki bertugas berburu mencari penghidupan, sedang perempuan memasak dan menjaga anak-anak. (c2/her)
“Biasanya mereka hidup berkelompok lima sampai delapan orang,” paparnya.
Selain itu, indikasi kehidupan mereka sudah menetap adalah karena ditemukan alat berburu yang berfungsi untuk memotong dan membunuh binatang buruan. Selain berburu manusia zaman ini juga biasa bertani.
Setelah ini, yang menjadi fokus penelusuran adalah keberadaan tempat tinggal manusia purba. Yakni berupa ceruk-ceruk gua. “Kemungkinan tidak jauh dari tempat penemuan sekarang,” katanya. (c2/her)
>