Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Jumat 30
Juli

Munculkan Dalang Cilik

Keinginan Vena Melinda
0301ratu3
Yanu aribowo/ratu
JARING ASPIRASI: Vena Melinda menghadiri pengukuhan Pepadi Komda Tulungagung.
TULUNGAGUNG – Pengukuhan pengurus dan koordinator Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Komisariat Daerah (Komda) Tulungagung masa bhakti 2010 hingga 2013 dilaksanakan di Sanggar Bhakti Pramuka pada Sabtu, (27/2) malam. Acara dimulai sekitar pukul 19.00 ini diramaikan pagelaran wayang kulit dengan dalang Sunarto yang merupakan wakil ketua Pepadi Jawa Timur.
Hadir dalam pengukuhan, diantaranya Ketua Pepadi Jawa Timur Djariyanto, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Tulungagung Drs Ahmad Pitoyo dan anggota Komisi X DPR RI Vena Melinda.
Vena Melinda mengatakan, kedatangannya kali ini sebagai bentuk tanggung jawab untuk ikut menjaga kearifan lokal. Selain itu, selama dua hari ini dia kunjungan kerja di wilayah daerah pemilihan (dapil) VI, diantara mengunjungi rumah aspirasinya yang ada di Kabupaten Kediri.
“Rumah itu saya namakan Omae Vena Melinda,” jelasnya kemarin malam saat ditemui di sela-sela acara pengukuhan.
Dia mengungkapkan, dalam waktu dekat ingin memunculkan dalang-dalang cilik. Seperti diketahui, Indonesia mempunyai banyak warisan budaya. Untuk menghindari punahnya kebudayaan tersebut, harus ada upaya regenerasi. “Insya Allah dalam waktu enam bulan. Ya, salah satunya melalui dalang cilik,” ungkap perempuan asal Surabaya ini.
Anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, pariwisata, kebudayaan, pemuda dan olah raga, serta perpus­takaan nasional ini berharap, Pepadi Komda Tulungagung masa bhakti 2010 hingga 2013 yang diketuai Ki Budi Plandang Sujarwo terus maju. Melihat animo masyarakat yang tinggi, dia yakin kebudayaan daerah bisa terus berkembang menjadi budaya nasional. “Karena itu merupakan identitas kita,” ujar perempuan 38 tahun ini.
Sementara itu, Djariyanto menga­takan, Tulungagung merupakan gudang dan pusatnya dalang. Dia optimis, Pepadi Komda Tulungagung bisa lebih semarak dan bagus untuk mengkoordinasi seniman-seniman di daerah. “Eman kalau itu tidak dilakukan,” tegasnya.
Dia berharap, dengan kerja maksimal Pepadi Komda Tulungagung, kelak muncul seniman-seniman baru dari Tulungagung. “Itu diperlukan untuk proses regenerasi,” harap Djariyanto saat meninggalkan acara.
Selain dihadiri oleh dalang, pengrawit, wirosworo, sworowati, dan tokoh seniman se-Tulungagung, masyarakat sekitar penghobi wa­yang kulit antusias mengikuti pagelaran wayang kulit ini. Semakin malam, mereka rela berdesak-desakan untuk melihat pagelaran wayang dari dekat. (c2/her)
>