AUSTRALIA DATANG LEBIH AWAL

TULUNGAGUNG - Balap sepeda level internasional Tour de East Java 2010 di Tulungagung baru dihelat besok. Namun, event yang pesertanya berasal dari beberapa negara itu kemarin sudah mulai terasa.
Maklum, sebagian peserta sudah mulai berdatangan ke Kota Marmer. Sebagian lagi diprediksikan bakal tiba di Tulungagung tadi malam. “Sebagian peserta yang belum datang bakal tiba nanti malam. Paling tidak, besok harus sudah ada karena akan dilakukan pendaftaran peserta,” ujar Eko Asistono, seksi kegiatan dan publikasi media Tour de East Java 2010, kemarin. Gaung balapan semakin terasa pada siang hari kemarin. Rombongan peserta yang sudah hadir di Tulungagung melakukan pemanasan atau penjajakan lintasan yang dilalui saat lomba. Salah satunya dilakukan tim dari Jepang yang melintas di bukit Srabah. Lima pembalap asal Jepang itu menjajal medan tanjakan ke arah Waduk Wonorejo. Keberadaan lima pembalap bermata sipit itu tentu saja menarik perhatianmasyarakat. Tidak sedikit warga yangmelambaikan tangan ketiga para pembalap melintas di depannya. Sambutan antusias warga justru menambah semangat mereka menjelang lomba yang akan berlangsung tiga hari, 18 sampai 20 Juni. “Ya, untuk menjaga kondisi dan sekaligus pemanasan sebelum lomba,” ucap salah satu offi cial tim. Pembalap dari Australia dan Malaysia datang paling awal, disusul pembalap dari negara lain. Begitu tiba di Tulungagung, mereka langsung menggelar pemanasan. Tim melakukan pemanasan kemarin, seperti tim Fuji Asia Taiwan dan Malaysia Nations Team. Selain itu ada tim dari Jerman, Australia, Jepang, Filipina dan sebagainya. Selain untuk menjaga kondisi fisik, pemanasan kemarin juga dimaksudkan untuk mengenal kondisi medan perlombaan. Seperti diberitakan, masyarakat Tulungagung khususnya penggemar olahraga sepeda harus bersiap-siap menyaksikan balapan kelas internasional. Pasalnya, Tour de East Java kali ini bakal digelar di Kabupaten Tulungagung. Belapan ini dipastikan berlangsung sengit karena diikuti 22 tim dari 17 negara. Diantaranya, Jepang, Australia, Hongkong, Korea, Iran, dan Jerman. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, ini juga menjadi prestasi tersendiri bagi Kabupaten yang dipimpin Bupati Heru Tjahjono. Tulungagung yang masyarakatnya banyak penggemar olahraga sepeda mampu menggelar event olahraga tingkat internasional. Pada balapan yang berlangsung selama tiga hari itu akan menempuh tiga stage. Pada stage pertama yang digelar 18 Juni akan menempuh jarak 117 kilometer yang diperkirakan bakal ditempuh dalam waktu 3 jam. Rutenya mulai Pemkab Tulungagung- Trenggalek- Kecamatan Bandung-Kecamatan Karangrejo dan fi nis di GOR Tulungagung. Sedangkan pada 19 Juni atau stage kedua akan menempuh jarak 154 kilometer dan diperkirakan bakal memakan waktu tempuh 4,5 jam. Rute yang dilalui Wonorejo-Ngunut-Blitar- Makam Bung Karno-Penataran-Kediri- Ngujang dan fi nis di GOR. Sedangkan pada stage ketiga creterium pada 20 Juni akan menampuh jarak 6,7 KM. Seperti konsep sport-tourism sebagai signature event pun masih tetap dipertahankan pada balapan kali ini. Jika tahun lalu Kabupaten Jombang mendapatkan kesempatan istimewa untuk memperkenalkan segala kebudayaan dan potensi wisatanya, tahun ini kesempatan tersebut akan menjadi milik Kabupaten Tulungagung. Tulungagung bakal memperkenalkan budaya dan wisata di kancah internasional. Seperti Waduk Wonorejo, Kesenian Jaranan, dan lain sebagainya