Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

tiga Cawabup Unggul di Masing-Masing TPS

0603trenggalek5
MENANG Di ‘KANDANG’: dari kiri Cawabup Samsuri bersama istrinya Miklasiati, Cawabup Joko Irianto dan Cawabup Kholiq beserta istrinya Siti Nurul Hanik Ismah saat di TPSnya masing-masing.
TRENGGALEK – Tiga Cawabup Samsuri, Joko dan Kholiq mampu membuktikan jika mereka dapat menguasai ‘kandangnya’ atau TPS-nya. Buktinya, kemarin (02/6) di TPS 13, Kelurahan Sumbergedong, tempat Cawabup Samsuri nyoblos, pasangan nomor urut satu ini mengalahkan pasangan nomor urut dua dan tiga. Dengan perolehan Harsam 108 suara, Mahir 79 suara dan MK 48 suara.
Kondisi tersebut berbedadengan TPS 05 Sumbergedong, Trenggalek. Di TPS ini Cawabup Joko Irianto mengalahkan Harsam dan MK. Pasangan nomor urut dua ini, mendapat 141 suara, disusul Harsam 108 suara dan urutan buncit dipegang MK 80 suara. Sedangkan Cawabup Kholiq juga mampu
melibas pasangan Harsam dan Mahir.
Di TPS 01, Sukorame, Kecamatan Gandusari, pasangan nomor tiga ini mendapat 229 suara, disusul Mahir memperoleh 31 suara dan Harsam mendapat 9 suara. Berdasar pantauan Radar Trenggalek, Cawabup Kholiq bersama istrinya, Siti Nurul Hanik Ismah memberikan suara di TPS 01, Sukorame sekitar pukul 10.00. Kholiq dan istrinya menuju ke TPS dengan berjalan kaki karena hanya berjarak 100 meter. Di sepanjang jalan ke TPS, Kholiq bersalaman dengan masyarakat yang ditemui.
Menurut wakil ketua dewan ini, pihaknya sangat optimis kantong-kantong PKB seperti Gandusari, Kampak, Watulimo, Karangan, dan Suruh bisa menang. Sebab, seluruh kader dan simpatisan PKB, besarta seluruh tim pemenangan MK all out. “Saya yakin kantong-kantong kami MK unggul,” katanya kemarin.
Sementara itu, Cawabup Joko Irianto dan istrinya, Lies Koerniawati serta seorang pengawal pribadinya datang ke TPS 05 Sumbergedong, Trenggalek sekitar pukul 08.30. Wakil dari pasangan Mahsun Ismail ini berjalan kaki menuju TPS tersebut pasalnya letaknya tak jauh dari kediamannya.
Sebelum mencoblos dan saat meninggalkan TPS, pria yang sebelumnya menjabat camat pule itu, sejenak ngobrol dan bersalaman dengan warga yang hendak nyoblos.
Ditemui sebelum datang ke TPS, Joko Irianto menyatakan, apapun hasil pilkada pihaknya siap menang dan siap kalah. “Kami siap hasilnya apapun yang dikehendaki masyarakat Trenggalek, pasca penghitungan nanti, saya berfikir positif,” katanya.
Lanjut pria yang pernah berpasangan dengan Mulyadi pada pilkada 2005, ketika disinggung hasil perolehan suara akan diperoleh? Dia tidak bisa memastikan. “Kami tidak berani menyebutkan, yang jelas kami sudah berusaha maksimal memahamkan dan menyakinkan masyarakat saat kampanye kemarin,” katanya.
Untuk cawabup Samsuri mendatangi TPS sekitar pukul 08.00.Dia datang bersama istrinya Miklasiati. Di TPS 13, Sumbergedong ini Samsuri mampu mengalahkan dua pasangan calon yakni Mahir dan MK.
Sementara itu, meski suara MK unggul, namun pasangan Mahsun Ismail-Joko Irianto (Mahir) mampu mengungguli MK di TPS 06, Kelurahan Ngantru. Seperti diketahui, baik Mulyadi dan Mahsun Ismail sama-sama mencoblos di TPS 6 Kelurahan Ngantru.
Diakhir penghitungan, di TPS tersebut pasangan Harsam ada 25 suara, Mahir 144 dan MK 133. Sebelumnya, dua cabup Mulyadi dan Mahsun Ismail, sama-sama didampingi istri masing-masing Penny Sugiharti dan Siti Cholisoh sempat bertemu di gang menuju TPS 6 Ngantru. Keduanya sempat bersalaman dan berpelukan.
Keluarga Mulyadi datang sekitar pukul 09.30. Mengenakan kemeja putih dan berpeci, Mulyadi datang bersama istri, serta kedua putra mereka Novan Bharasantika Buwana, 26, serta Diaz Maranatha Pribadi,20. Kedatangan mereka sudah ditunggu beberapa warga lain yang sengaja tidak pulang dulu setelah mencolos.
Begitu tiba, keluarga yang tinggal di Jalan Wachid Hasyim 10 Trenggalek ini langsung mendaftar ke panitia. Setelah itu, mereka mendapatkan panggilan untuk mencoblos. Usai menco­blos, Mulyadi sempat menyatakan menargergetkan perolehan suara sampai 52 persen. Ini dari penghitngan akhir, terutama melihat respon masyarakat pada kampanye hari terakhir.
“Dari survey pada awal April lalu, terjadi perubahan. Juga dari kampanye yang kami lakukan lalu, meskipun kecil, ternyata sambutan masyarakat begitu luar biasa. Akhirnya selama satu bulan terakhir ada kenaikan,” ucap Mulyadi.
Usai menemui wartawan dan menyalami warga, pukul 09.50 mereka meninggalkan TPS. Mulyadi dan keluarga yang berjalan kaki berpapasan dengan Mahsun Ismail dan istri yang datang de­ngan mengendarai sepeda motor. Kedua keluarga ini kemudian saling menyapa, bersalaman, sesaat kemudian mulyadi dan Mahsun sempat berpelukan.
Selanjutnya Mulyadi dan keluarga melanjutkan perjalanan pulang, sementara Mahsun dan istri masuk ke dalam TPS. Dengan wajah sumringah, keduanya kemudian menyalami warga. Mahsun bahkan sempat mempersilahkan warga untuk segera duduk kembali setelah menyalaminya. “Monggo buk, pinarak lho,” ucap Mahsun.
Tak berapa lama kemudian, Mahsun dan istri dipanggil panitia untuk mencoblos. Usai mencelupkan jari ke tinta, Mahsun mengatakan menargetkan menang. Namun dia tidak mematok prosentase suara. Hanya saja dia menargetan kemenangan di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Durenan, Pule dan Gandusari.
“Ini dari KTP yang terkumpul (pada saat pengumpulan dukungan, jalur perseorangan). Sebenarnya ada dua kemungkinan, karena memang pendukung kami di sana banyak, atau karena dari tim yang aktif,” kata Mahsun.
Lelaki yang dua periode menjabat sebagai wakil bupati ini enggan berkomentar banyak tentang kemungkinan kemenangan maupun kekalahan. Hanya saja untuk mengawal penghitungan suara, timnya menempatkan dua orang saksi di masing-masing TPS.
Sign up for OKPAY and start accepting payments instantly.
>