Ganti Darah Naik Rp 35 Ribu
Perempuan berjilbab ini mengatakan, kenaikan itu karena biaya operasional untuk pengolahan darah juga mengalami kenaikan. Mulai paralatan, pengambilan darah, pengolahan darah, hingga screening darah untuk menganalisa penyakit yang ada dalam darah. “Kan darah tidak boleh dijual, karena itu kami menyebutnya biaya pengganti,” tegasnya.
Sementara itu, untuk persediaannya dirasa masih aman. Saat ini, darah golongan A sebanyak 53 kantong, darah golongan B sebanyak 23 kantong, dan darah golongan O sebanyak 84 kantong. “Yang tak terkecil adalah darah golongan AB, yakni hanya dua kantong,” ungkap perempuan 30 tahun ini.
Meski darah golongan AB jumlahnya sedikit, hal itu tidak menjadi masalah. Karena pendonor maupun penerima darah golongan AB sangat jarang. Kalau darah golongan A, B, dan O peminatnya sangat banyak. “Memang sejak dulu darah golongan AB sangat jarang yang mengambil,” jelas Indriati.
Dia mengatakan, stok yang masih tergolong aman ini karena jadwal donor dari desa siaga dan pemanfaatan darah saat ini seimbang. Jumlah yang masuk masih sebanding dengan yang keluar.
Saat ini pengguna darah berasal dari pasien yang mengalami pendarahan, anemia, demam berdarah. Namun yang menjadi pelanggan adalah pasien yang menderita kanker darah atau leukemia. (cr-2/cam)
Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD)
PMI Kabupaten Blitar
RSU Negeri Dalam Kota
Jenis Biaya Lama Biaya Baru
Whole Blood (WB) Rp 175.000 Rp 210.000
Packed Rad Cells (PRC) Rp 175.000 Rp 210.000
Plasma Rp 195.000 Rp 230.000
RSU Swasta Luar Kota
Whole Blood (WB) Rp 185.000 Rp 225.000
Packed Rad Cells (PRC) Rp 185.000 Rp 225.000
Plasma Rp 195.000 Rp 245.000

