Demokrat Bukan Kendaraan Rental
BLITAR – Tim sembilan penguji calon wali kota (cawali) yang mendaftar di Partai Demokrat sudah rampung menyeleksi. Namun siapa yang bakal mendapat rekomendasi masih menjadi teka-teki. Kepastiannya akan diketahui maksimal awal Maret mendatang.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum saat dihubungi Radar Blitar melalui telepon seluler kemarin. Menurut Anas, pihaknya sudah mengantongi data dan fakta para cawali-cawawali yang macung melalui partai berlambang segitiga berlian berwarna biru itu. Kini, pentahapan masuk dalam proses pengkajian. Sehingga DPP akan mempelajari secara utuh para kandidat yang mendaftar. “Datanya sudah dikantongi oleh tim sembilan, tinggal menunggu hari yang tepat untuk mengumumkan. Yang jelas dalam waktu dekat ini bakal diketahui dan semua cawali-cawawali akan diundang,” kata Anas.
Menurut Anas, jadwal pasti pengumuman rekomendasi hingga kini masih dalam proses pematangan. Paling cepat diumumkan akhir bulan ini, jika molor sampai awal Maret. Diakui Anas, untuk mengumpulkan data cawali memang membutuhkan proses yang matang. Selain wawancara cawali-cawawali, jauh hari sebelumnya tim sudah turun lapangan. “Sebelum mendaftar ke sekretariat, data-data sudah ada, namun belum lengkap. Menyangkut track record di dunia politik. Nah, dengan wawancara itulah jalur untuk kroscek,” kata mantan ketum PB HMI ini.
Ketika ditanya gambaran cawali yang mendapat rekom, pria asal Ngaglik, Srengat, ini mengatakan belum bisa membeber kepastiannya. Hanya saja, seperti yang diutarakan sebelumnya cawali- cawawali yang direstui harus lolos dari beberapa persyaratan. Di antaranya komitmen dan sumbangsihnya kepada Demokrat dan diterima internal partai, dari atas hingga grass root. Anas pun berharap di ajang pilwali, Demokrat tidak dijadikan sebagai seperti kendaraan rental atau sewa-menyewa. Yakni digunakan saja saat pemilihan kepala daerah saja. “Komitmen dengan Demokrat itu jelas, intinya tidak asal pilih. Sehingga tidak terkesan instanlah,” katanya lagi.
Sementara itu, sejumlah cawali-cawawali yang mendaftar di Demokrat hanya bisa berharap. “Mudah-mudahan jatuh kepada saya, harus optimistis lah,” kata Sholih Muadi, calon wawali yang sudah menjadi paket bergandengan dengan Heru Sunaryanta ini.
Menurut Sholih, hingga saat ini pihaknya tak mengetahui gambaran terkait rekom. Pasalnya, data-data sudah di tangan tim sembilan. (ziz/cam)

